PEPC Gelar Pertemuan Dengan Kontraktor di Ngasem

Kamis, 25 Februari 2016, Dibaca : 1746 x Editor : samian

dok.SBU
PERTEMUAN : PEPC, PT PP, Pemdes, Kontraktor lokal Ngasem, Muspika menggelar pertemuan di Kantor Kecamatan Ngasem.


SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Operator proyek Gas Unitisasi Lapangan Jambaran - Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) menggelar silaturahmi atau pertemuan dengan kontraktor lokal, perangkat desa, dan LSM di Kantor Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, kamis (25/02/2016)

Dari pantauan, hadir dalam pertemauan yang difasilitasi Camat Ngasem, Machmuddin tersebut adalah, Sekretaris LSM Pantau Kinerja Pengguna Anggaran dan Aset Negara (PKPAN), Moch Lahir, Direktur CV Putra Mandiri (PM), Munawar Cholil, Direktur PT. Sido Mulyo Bayu Aji, Santoso, Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Sapani, Kades Ngasem, Suwondo, Kasun Bandung, Wanuri.

Baca Lainnya :

    General Manager PEPC, Bobwikan Haksara, Abdul Malik, PGA & Relation Manager PEPC. Bagian teknis sipil PT Pembangunan Perumahan (PP), Hasani beserta tim, dan Muspika Ngasem.

    Camat Ngasem, Machmudin, mengatakan, bahwa PEPC maupun PP tetap harus melibatkan warga, dan kontraktor lokal Ngasem dalam mengerjakan proyek J-TB. Selain itu, juga berkaitan dengan kontraktor pemenang tender nanti harus punya kantor di Ngasem.

    Baca Lainnya :

      Karena, dengan kantornya di Ngasem maka warga akan lebih mudah menyerap informasi secara benar, tentunya multiplier effectnya pun ke warga dipastikan juga bisa dirasakan.

      "Saya berharap keterlibatan warga dan kontraktor yang ada di Ngasem secara maksimal sesuai dengan kemampuannya masing-masing, dan juga kantor kontraktor pemenang tender," kata Machmuddin.

      Menanggapi hal tersebut, General Manager PEPC, Bobwikan Haksara, mengaku bakal menyampaikan dan membahas dengan pihak manajemen agar kantor kontraktor pemenang tender proyek Gas J-TB bertempat di Ngasem.

      "Kami tetap akan memaksimalkan keterlibatan konten lokal, utamanya warga Ngasem dan warga desa terdampak lainnya sesuai dengan amanah Perda 23/2011," tandas Bobwikan di pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan Kecamatan Ngasem tersebut. (Roz/ko)


Show more