PEPC Serah Terimakan Program Budidaya Ayam Petelur di Desa Kacangan

Rabu, 08 April 2020, Dibaca : 438 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
Pjs. JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo, saat serahterimakan program ayam petelur kepada Kades Kacangan, M Aziz.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina EP Cepu (PEPC), menyerah terimakan Program Budidaya Ayam Petelur sebanyak 1.500 ayam petelur kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Cakra Mandiri, Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/4/2020).

Program tersebut diserahkan setelah sejak Bulan September 2019 memulai mengembangkan Program Pengembangan Peningkatan Mata Pencaharian Melalui Budidaya Ayam Petelur di desa setempat.

Baca Lainnya :

    Penyerahan dilakukan di lokasi kandang ayam dalam kegiatan lengkap fasilitas produksi. Budidaya sejak September 2019 hingga saat ini telah berhasil mencapai produksi 120kg/hari atau 90% dari jumlah ayam.

    Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Kacangan, M. Aziz Ghozali, Perwakilan BUMDesa Cakra Mandiri dan juga perwakilan PEPC, Edy Purnomo, Pandu Subiyanto, dan Edi Arto.

    Baca Lainnya :

      Kepala Desa Kacangan, M. Aziz Ghozali, sangat mengapresiasi inisiatif PEPC dalam membantu mewujudkan impian BUMDesa Cakra Mandiri untuk mempunyai usaha yang dapat menyokong mata pencaharian masyarakat desa.

      “Saya ucapkan terima kasih sekali, PEPC sudah bantu mewujudkan semua ini. Sekarang kami tambah percaya diri dengan mempunyai usaha telur ayam ini," ujar Mas Aziz, sapaan akrabnya dalam rilis yang diterima Suarabanyuurip.com, Rabu (8/4/2020) malam.

      Program pengembangan budidaya ayam petelur yang dikembangkan di Desa Kacangan saat ini telah berproduksi rata-rata per harinya 100-120 kilogram (Kg). Dengan harga telur yang fluktuatif antara Rp 22.000 hingga Rp 23.000,-.

      Sementara itu, total hasil penjualan telur dari BUMDesa Cakra Mandiri di Bulan Februari-Maret adalah sebesar Rp 48.456.200,- dengan produksi telur sejumlah 2.427 butir.

      “Alhamdulillah, kami telah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat seputaran Desa Kacangan. Dalam sehari, bisa menghasilkan telur hingga 120 kg. Tentunya ini mendatangkan pendapatan yang signifikan untuk BUMDesa," jelas Sekretaris BUMDesa Cakra Mandiri, Lathifah Fakhrur.

      Di tengah-tengah pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19 ini kebutuhan akan bahan pokok menjadi meningkat. Terutama dengan adanya isolasi atau karantina mandiri setiap masyarakat. Telur merupakan salah satu bahan makanan untuk pemenuhan gizi terutama sumber vitamin A yang didapatkan dari kuning telur menjadi penting untuk meningkatkan imun tubuh, terutama ketika terjadi musim pandemi. 

      Program pengembangan budidaya ayam petelur ini bukanlah yang pertama, sebelumnya PEPC mengembangkan di dua desa seperti Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.

      Sebelum produksi telur, program diawali dengan Grup Diskusi Terfokus, pembangunan kandang ayam beserta sarana-prasarananya, berikut pelatihan manajemen untuk anggota BUMDesa.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more