Perahu Kuno Rusak Parah, Pemerintah Terkesan Abai

Kamis, 18 Februari 2021, Dibaca : 549 x Editor : samian

Arifin Jauhari
RUSAK : Kondosi perahu kuno di Desa Padang, yang rusak parah tak terawat.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Kondisi perahu kuno di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini rusak parah. Hal tersebut mengundang keprihatinan para pemerhati budaya setempat, yang menuding pemerintah terkesan mengabaikan benda cagar budaya bernilai tinggi tersebut, sebab belum ada tindakan pelestarian hingga hari ini.

Salah seorang pemerhati budaya Bojonegoro, Agus Sighro Budiyono, mengungkapkan hal itu kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (17/02/2021).

Baca Lainnya :

    Menurutnya, pemerintah terkesan abai dengan benda cagar budaya yang sarat nilai sejarah. Sebab, bertahun-tahun sejak perahu kuno tersebut diangkat, bukannya terselamatkan, malah rusak parah tak berbentuk.

    "Saya prihatin, benda cagar budaya dimana didalamnya terkandung nilai histori yang tinggi menyangkut budaya dan perabadan masyarakat Bojonegoro zaman dahulu dibiarkan rusak begitu saja," ungkap pria pegiat seni rupa ini.

    Baca Lainnya :

      Perahu kuno tersebut, kata Agus, adalah salah satu investasi budaya untuk menegaskan jati diri atau kepribadian masyarakat Bojonegoro. Restorasi diharapkan menjadi salah satu tindakan yang diambil Pemerintah guna penyelamatan dan pelestariannya.

      Kepala Seksi (Kasi) Tradisi, Kesenian, dan Tenaga Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Susetyo, tak menampik tudingan tersebut. Kendati pihaknya mengaku telah mengambil berbagai upaya demi pelestarian benda cagar budaya tersebut. Tetapi terkendala beberapa hal.

      "Kami tidak menolak jika dituding belum bekerja maksimal atau apa. Karena perahu memang kenyataannya dalam keadaan rusak. Sebenarnya kami sudah ada langkah-langkah, diantaranya menyiapkan tempatnya terlebih dahulu. Menyelamatkan benda cagar budaya ini bukan sesuatu yang mudah, karena melibatkan tenaga ahli dibidangnya," ujar pria yang akrab disapa Tiyok.

      Sejak 2019, kata Tiyok, Disbudpar Bojonegoro telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur membahas rencana pelestarian cagar budaya perahu kuno itu. Kekurangan tenaga ahli bidang konservasi diakui menjadi salah satu kendala lambatnya penanganan.

      "Misalkan kita ambil langkah untuk merestorasi perahu kuno, tenaga ahli bidang itu saat ini Bojonegoro belum ada. Sehingga perlu mencari tenaga ahli bidang tersebut dari daerah lain. Tahun 2021 ini kami lanjutkan upaya tersebut," ucapnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more