Perbaikan Jembatan Clebung Dibebankan CSR Migas, Sally : Itu untuk Dukung Program Pemkab

Senin, 20 Januari 2020, Dibaca : 600 x Editor : nugroho

dok/sbu
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) atau dikenal program pemberdayaan masyarakat dari kontraktor kontrak kerja sama (KKS) migas sifatnya hanya melengkapi program pemerintah kabupaten (Pemkab).  

"Artinya program itu untuk program pemkab dalam pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan di wilayah operasi perusahaan. Baik dalam bentuk program pembangunan fisik maupun sumber daya manusia," kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi kepada suarabanyuurip.com, Senin (20/1/2020).  

Baca Lainnya :

    Oleh karena itu, lanjut dia, program CSR harus sinergi dengan program Pemkab agar tidak terjadi tumpang tindih dengan kewenangan Pemkab.

    "Sifatnya harus melengkapi," ucap politisi partai Gerinda itu.

    Baca Lainnya :

      Sally menegaskan, jika pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan kewenangan wajib dari pemkab. Namun dengan terjadinya bencana yang merobohkan jembatan di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, bisa diperbaiki menggunakan anggaran CSR. Sebab, jika jembatan di lahan perhutani itu dibangun menggunakan APBD  pasti akan membutuhkan proses.

      "APBD kita akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur termasuk jalan dan jembatan yang belum terbangun, dana CSR bisa digunakan untuk melengkapi," lanjutnya.

      Menurut Sally, meskipun Pemkab Bojonegoro memiliki dana darurat bencana, namun pembangunan Jembatan Clebung akan lebih mudah menggunakan dana CSR, karena sifatnya hibah dari perusahaan ke Perhutani.

      Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Tata Ruang, Bojonegoro, Wardi, membenarkan jika Pemkab Bojonegoro tidak bisa menganggarkan perbaikan Jembatan Clebung karena masuk poros desa, sehingga yang harus memperbaiki adalah pemerintah desa. 

      "Tapi karena nilainya mencapai Rp2,5 miliar tidak mungkin desa yang memperbaiki. Opsinya ya diajukan dari CSR," pungkasnya. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more