Percaya Diri, Bule 68 Tahun Ikuti Latihan Karate

Minggu, 15 Agustus 2021, Dibaca : 1057 x Editor : samian

Arifin Jauhari
PERCAYA DIRI : Bersama rekannya, Mr. Malik (rambut putih) semangat mengikuti latihan karate di Desa Sumberrejo.


Dalam belajar bela diri tak harus selalu dimulai dari usia muda. Di lanjut usia pun bisa dilakukan selama ada niat dan kemauan. Seperti dialami Muhammad Malik Ibrahim. Pria 68 tahun yang tinggal di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu kini ikut berlatih karate.

PAGI itu suasana di Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, cukup cerah. Sinar matahari yang belum begitu panas seakan memanggil warga sekitar untuk berolahraga agar kesehatan tubuh tetap bugar.

Tampak seorang bule dan sejumlah warga lainnya sedang melakukan pelemasan dengan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya. Ia adalah Calder, warga Negara New Zealand.

Baca Lainnya :

    Ternyata, Calder sedang ikut berlatih karate di Desa/Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro. Meski sempat terkendala komunikasi dalam Bahasa Indonesia, tak mengendorkan niat bule berusia 68 tahun tersebut berlatih. Justru malah semakin semangat dalam mengikuti latihan.

    Pemilik nama lengkap John Calder ini mengaku, belum lama tinggal bersama istrinya di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor. Setelah menjadi mualaf, kini berganti nama Muhammad Malik Ibrahim. Dengan karib disapa Mr. Malik. Ia baru sekira satu tahun tinggal di Indonesia.

    Baca Lainnya :

      Mr. Malik menyambut ramah ajakan wawancara wartawan SuaraBanyuurip.com untuk wawancara. Menyempatkan di sela-sela waktunya berlatih karate, di depan Balai Kecamatan Sumberejo, Minggu (15/08/2021).

      "Cuma sedikit," kata Mr. Malik saat ditanya apakah bisa bercakap dalam Bahasa Indonesia. Alhasil, wawancara terjadi dalam dua bahasa. Yakni bahasa Indonesia-Inggris. Dari situ kemudian terungkap bagaimana pertama kalinya ia sempat kebingungan memahami instruksi saat berlatih.

      "Pertama kalinya, saya sedikit bingung, karena saya tidak dapat memahami Bahasa Indonesia," ungkapnya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Kendala itu mampu diatasi dengan komunikasi unik, yaitu istilah gerakan beladiri karate dalam bahasa Jepang ditambah beberapa instruksi dalam Bahasa Inggris, bercampur dengan Bahasa Indonesia.

      Sambil sesekali tangannya mengusap keringat di wajahnya, Mr. Malik bercerita, awal hasratnya berlatih karate timbul saat melintasi tempat latihan karate. Kemudian ia berpikir untuk bergabung, lantaran merasa kurang kegiatan selama tinggal di Kabalan yang hanya makan dan tidur saja menikmati uang pensiunnya.

      "Saya kemudian ijin untuk bergabung dalam latihan karate, menemui sensei (Guru Karate tingkat Dan V keatas). Berlatih setiap minggu pagi," kisahnya.

      Selain merasa sehat, pria kelahiran New Zealand 6 Februari 1953 itu merasa lebih fokus dan mengalami peningkatan rasa kepercayaan diri. Meski baru menguasai beberapa jurus dasar karate di tingkat sabuk kuning. Ditambah, makin mengenal budaya kesopanan setempat, membuatnya cinta Indonesia, Bojonegoro khususnya.

      "Saya lahir di New Zealand, tapi saya cinta Indonesia," tandasnya.

      Di tempat yang sama, Karateka Dan V Lemkari (Lembaga Karate Indonesia) Sensei Zainal Arifin, memberi apresiasi sangat tinggi atas semangat dan kedisiplinan yang ditunjukkan Mr. Malik. Walaupun secara usia telah memasuki usia senja baru berlatih karate.

      Atas semangat dan disiplin tinggi Mr. Malik selama berlatih 4 bulan ini, kata Zainal, Lemkari akan memberikan kesempatan naik tingkatan sebagai penghargaan melalui ujian ke tingkat Dan I oleh Ketua Dewan Guru PB Lemkari, William Mantiri.

      Sejatinya, untuk mencapai tingkat sabuk cokelat perlu ditempuh selama tiga tahun latihan. Namun begitu, penguasaan gerakan karate yang dijiwai semangat latihan di usia hampir 70 tahun, dinilai layak diberi penghargaan. Apalagi, menurut Sensei Zainal, karate ibarat air yang punya titik didih. Tanpa dilatih secara displin, gerakan karate akan menjadi beku.

      "Gerakan Mr. Malik untuk ukuran usia 68 tahun baru belajar karate, patut mendapat apresiasi, itu luar biasa. Terutama semangatnya, melebihi adik-adik yang masih usia pelajar," ucap pria bertubuh gempal

      "Semoga apa yang diperoleh Mr. Malik selama berlatih karate kedepan dapat bermanfaat," pungkasnya. (Arifin Jauhari)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more