Peredaran Uang Proyek Gas JTB di Bojonegoro Capai Rp 1 Triliun

Jum'at, 11 September 2020, Dibaca : 344 x Editor : nugroho

d suko nugroho
HEARING : Site Manager PT Rekind menyampaikan progress, termasuk peredaran uang proyek Gas JTB ke pimpinan DPRD Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Proyek pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung-Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menelan total investasi sebesar US$1,54 miliar. Untuk nilai kontrak Engineering, Procurement and Construction - Gas Processing Facility/EPC-GPF) yang dilaksanakan Konsorsium Rekind-JGC-JGC Indonesia) adalah sebesar US$983 juta.

Dari nilai kontrak proyek EPC-GPF JTB US$983 juta itu, jumlah peredaran uang telah mencapai Rp 1 triliun hingga akhir Agustus 2020. Jumlah tersebut beredar di 304 vendor lokal Bojonegoro yang menjadi subkontraktor 39 kontraktor yang digandeng PT Rekayasa Industri (Rekind). 

Baca Lainnya :

    Dari 39 kontraktor itu, 8 di antaranya adalah kontraktor lokal Bojonegoro dan 31 kontraktor nasional. 

    "Kalau kita hitung uang yang beredar di kontraktor lokal Bojonegoro mencapai Rp450 miliar. Sedangkan secara keseluruhan hampir Rp 1 triliun," ujar Zaenal Arifin, Site Manager PT Rekind, saat rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pimpinan DPRD Bojonegoro, Rabu (9/9/2020).

    Baca Lainnya :

      Zaenal menyatakan telah menyarankan kepada semua kontraktor nasional yang digandeng di proyek EPC-GPF Gas JTB untuk melibatkan vendor lokal Bojonegoro.

      "Ini sebagai bentuk cara kami untuk memberikan peluang pekerjaan kepada vendor lokal," tegasnya. 

      Dijelaskan, jumlah tenaga kerja (manpower) di proyek EPC-GPF JTB hingg Agustus 2020 sebanyak 5.222 orang, dengan prosentase lokal 60% atau 3.147 orang. Sedangkan sisanya 2.075 orang adalah non lokal. 

      Dari 3 .147 tenaga kerja lokal Bojonegoro itu, sebanyak 1.160 orang dari 12 desa terdampak. Sedangkan sisanya hampir 2.000 orang dari luar desa terdampak. Seperti Kalitidu, Kota Bojonegoro, Dander, Kapas, Baurno.

      "Sebanyak 3.147 tenaga kerja lokal itu berasal dari 120 desa di Bojonegoro. Baik itu skill, semi skill maupun unskill," tandas pria yang berdomisili di Tuban, Jawa Timur itu.

      "Karena proyek ini sudah sangat-sangat diharapkan masyarakat di sini. Jadi selain desa terdampak langsung, warga di luar desa terdampak bisa masuk karena kami ingin mencakup wilayah Bojonegoro," lanjut Zaenal.

      Perkembangan proyek Gas JTB secara keseluruhan sampai bulan Agustus mencapai 71,93 % dari rencana 85%. Untuk pekerjaan konstruksi mencapai 46,78% dari target 57,57%.

      "Ada keterlambatan hampir 11% akibat dampak Covid yang terjadi mulai awal Pebruari sampai sekarang," pungkasnya.

      Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto mengapresiasi kerja sama dan kepedulian PT Rekind sebagai kontraktor nasional yang juga merupakan perusahaan BUMN kepada Kabupaten Bojonegoro.

      Politisi Partai Demokrat itu berharap agar PT Rekind tidak berhenti untuk memberikan kesempatan kepada warga Bojonegoro secara proposional sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.

      "Artinya, jika ada masyarakat maupun vendor lokal Bojonegoro yang dimungkinkan mampu agar diberi kesempatan. Tapi jika ada kegiatan-kegiatan yang memang membutuhkan skill tingkat tinggi, itu menjadi domain kontraktor utama," pungkasnya. 

      Pimpinan DPRD minta kepada PT Rekind untuk memberikan update data perkembangan proyek Gas JTB setiap bulannya. Tujuannya agar wakil rakyat juga bisa ikut menyampaikan dan menjelaskan kepada masyarakat luas.

      "Sebab data yang dikirim PT Rekind ke Disperinaker tidak pernah sampai ke kami," pungkas Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin. 

      Menanggapi permintaan itu, PT Rekind berjanji akan mengirimkan update data perkembangan proyek gas JTB kepada DPRD Bojonegoro setiap bulannya.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more