Periode Januari 2021, Naker GPF JTB Capai 6.538 Orang

Senin, 22 Februari 2021, Dibaca : 496 x Editor : samian

Samian Sasongko
Sejumlah tenaga kerja sedang melakukan aktivitas di proyek GPF JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Sebanyak kurang lebih 6.538 orang tenaga kerja (Naker) telah terlibat dalam pengerjaan proyek Gas Processing Facility Jambaran-Tiung Biru (GPF JTB) yang dikerjakan oleh Konsorsium PT. Rekayasa Industri (Rekind) - PT. Japan Gas Corporation - PT. Japan Gas Corporation Indonesia (RJJ).

Jumlah tersebut merupakan dari total naker skill, semi skill, dan unskill periode Januari 2021 baik dari desa terdampak, luar desa terdampak, dan lokal Bojonegoro, serta dari luar Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Baca Lainnya :

    Site Manager RJJ, Zainal Arifin, menyampaikan, sesuai data yang ada sebanyak 12 desa di lima kecamatan sekitar proyek Gas JTB yang menjadi desa terdampak. Ke 12 desa itu adalah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Desa Pelem, Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

    Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Mojodelik, Gayam, Ringintunggal, Katur, Bonorejo, Brabowan, dan Desa Sudu, Kecamatan Gayam.

    Baca Lainnya :

      "Sesuai data rekap naker GPF JTB periode Januari 2021, keseluruhan naker untuk kategori skil 5.932 naker, semi skill 2.803 naker, dan Unskill sebanyak 3.783 naker," kata Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (22/02/2021).

      Dari jumlah total naker tersebut, lanjut Zainal,  sebanyak 1.626 naker dari 12 desa terdampak, kemudian dari lokal Bojonegoro 2.728 naker. Sedangkan yang dari luar Kabupaten Bojonegoro sejumlah 2.184 naker. Jadi jumlah keseluruhan secara total 6.538 naker.

      "Jadi persentasenya 25 persen dari 12 desa terdampak, 42 persen lokal Bojonegoro, dan 33 persennya lagi dari luar Bojonegoro," pungkasnya.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more