Permintaan Minyak Membaik, ICP Maret Naik Jadi US$ 63,50 per Barel

Rabu, 07 April 2021, Dibaca : 318 x Editor : nugroho

dok/sbu
ICP MARET NAIK : Presiden Jokowi saat mengunjungi Kilang TPPI di Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Harga minyak mentah di pasar internasional selama bulan Maret 2021 mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu optimisme pasar atas aktifitas ekonomi di seluruh dunia dan membaiknya permintaan minyak mentah yang didukung dengan pengaturan pasokan minyak mentah yang efektif.

Berdasarkan perhitungan Formula Indonesian Crude Price (ICP), rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada Maret 2021, naik sebesar US$ 3,14 per barel dari US$ 60,36 per barel pada Februari 2021, menjadi US$ 63,50 per barel.

Baca Lainnya :

    "Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2021 ditetapkan sebesar US$ 63,50 per barel," demikian bunyi Kepmen ESDM Nomor 64.K/MG.03/MEM.M/2021 tanggal 5 April 2021. 

    ICP SLC bulan Maret juga naik sebesar US$ 2,64 per barel dari US$ 61,42 per barel pada Februari 2021 menjadi US$ 64,06 per barel. 

    Baca Lainnya :

      Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, selain optimisme pasar dan membaiknya permintaan minyak mentah, kenaikan harga minyak di pasar internasional juga dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga Bulan April 2021 dan tingkat kepatuhan OPEC+ di bulan Februari 2021 mencapai 113%.

      "Selain itu, disetujuinya Paket Stimulus AS sebesar US$ 1,9 triliun yang diproyeksikan akan meningkatkan ekonomi AS dan ekonomi global pada umumnya," jelas Tim Harga dilansir dari situs Ditjen Migas. 

      Faktor lainnya adalah berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) bulan Maret 2021. Pertama, permintaan minyak mentah global di Tahun 2021 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 juta barel per hari. Kedua, pasokan minyak mentah global di bulan Februari 2021 turun sebesar 2 juta barel per hari akibat cuaca dingin yang ekstrim di AS dan Arab Saudi melakukan tambahan pemotongan produksi sebesar 1 juta barel per hari.

      Berdasarkan publikasi OPEC bulan Maret 2021, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2021 naik sebesar 0,22 juta barel per hari dari 96,05 juta barel per hari menjadi sebesar 96,27 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

      Penyebab kenaikan lainnya adalah berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA) bulan Maret 2021, stok gasoline AS turun sebesar 13 juta barel menjadi 230,5 juta barel dibandingkan stok di bulan Februari 2021. 

      "Terakhir, jumlah rig di AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan November 2020," ujar Tim Harga. 

      Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh throughput (tingkat pengolahan) kilang di China mencapai rekor tertinggi sebesar 14,3 juta barel per hari. 

      Berikut perkembangan rata-rata harga minyak dunia di pasar internasional : 

       - Dated Brent naik sebesar US$ 3,41 per barel dari US$ 62,22 per barel menjadi US$ 65,63 per barel

      - WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,30 per barel dari US$ 59,06 per barel menjadi US$ 62,36 per barel

      - Basket OPEC naik sebesar US$ 3,59 per barel dari US$ 61,04 per barel menjadi US$ 64,63 per barel

      - Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,42 per barel dari US$ 62,28 per barel menjadi US$ 65,70 per barel



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more