Perpadi : Problem Pertanian Bergeser Penyerapan Beras

Senin, 05 April 2021, Dibaca : 249 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Ketua Perpadi Bojonegoro, H. Untung Basuki.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Bojonegoro, menyebutkan bahwa harga gabah yang sempat anjlok di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) kini bukan lagi menjadi masalah, karena telah merangkak naik di atas HPP. Persoalan yang timbul saat ini telah bergeser ke tingkat penyerapan beras.

"Kalau harga gabah sekarang justru bukan lagi masalah. Saya beli sekarang itu sudah Rp. 4.300 sampai di gudang. Itu sudah di atas HPP. Problemnya ada pada penjualan berasnya sekarang. Proses gabah ini setelah jadi beras, teman-teman ini bingung jualnya ngalor ngidul tidak ada pasar," kata Ketua Perpadi Bojonegoro, H. Untung Basuki, kepada SuaraBanyuurip.com, di Kantor Penggilingan Padi UD. Mitra Tani, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (04/04/2021) kemarin.

Baca Lainnya :

    Menurut Basuki, terjadi penurunan sekira 50 persen penjualan beras dibandingkan tahun sebelumnya. Surabaya, sebagai pasar yang menjadi barometer harga, disana pun terjadi banjir beras. Disinyalir berasal dari Bantuan Sosial. Sehingga meski kota besar, permintaan beras menjadi rendah.

    "Harapan saya, Bulog ini serapannya yang banyak, dan harus menyeimbangkan dengan harga umum, jangan terus matok harga di bawah harga umum," pungkasnya.

    Baca Lainnya :

      Sementara, Bupati Bojonegoro Anna Mua'wanah mengatakan, Bojonegoro saat ini masuk menjadi tiga besar penghasil gabah dan beras di Jawa Timur (Jatim), dengan total produksi pada tahun 2020 sebanyak 820.000 ton gabah dan 897.000 ton beras.

      "Harapannya kedepan, Bojonegoro bisa menjadi lumbung pangan di Jatim," ucapnya saat menyambut kedatangan Gubernur Jatim.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more