Persiapan Penyelenggaraan Umrah dan Haji Mulai Dilakukan

Sabtu, 23 Oktober 2021, Dibaca : 351 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Subhan Kholid .


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Guna menghadapi kemungkinan dibukanya penyelenggaraan umrah dan haji, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar kegiatan bertajuk "Jagong Masalah Umrah dan Haji". Hal tersebut dilakukan sebagai tahapan dalam persiapan jika umrah dan haji dapat kembali terselenggara.

Acara yang digelar di Hotel Dewarna, Sabtu (23/10/2021) tersebut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Ratna Juwita Sari, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Subhan Kholid. Kabag Kesra Setda Bojonegoro, Sahari. Serta diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai elemen lembaga keagamaan.

Baca Lainnya :

    Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Subhan Kholid mengatakan, bahwa negara sudah siap menyambut penyelenggaraan haji dan umrah dimasa pandemi. Berbagai tahapan bahkan tengah dikerjakan. Mulai dari karantinanya bagaimana, berangkatnya dari mana, di Arab Saudi seperti apa. Setelah bermacam kesiapan itu sudah matang baru disampaikan kondisinya kepada Pemerintah Arab Saudi.

    "Sudah kita kerjakan simulasinya. Kalau kita berangkatkan satu pintu seperti apa. Protokolnya seperti apa dan sebagainya," katanya kepada SuaraBanyuurip.com usai kegiatan.

    Baca Lainnya :

      Perihal masa karantina, Subhan mengupayakan, masa karantina waktunya sesedikit mungkin, agar tidak membebani jama'ah. Tetapi dari sisi protokol demi menjaga kesehatan jama'ah, karantina akan terus dilakukan.

      "Ini bukan keputusan ya, tapi tahapan, kita upayakan yang terbaik untuk jama'ah, namun kita juga harus mengendalikan wabah agar lebih terkendali dengan baik," tandasnya.

      Sementara itu, anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) IX Bojonegoro - Tuban, Ratna Juwita Sari, berkomitmen mengusahakan agar terlaksananya kegiatan ibadah haji dan umrah pada tahun 2022.

      Apabila kegiatan ibadah haji dan umrah di masa pandemi jadi dilaksanakan, ia juga meminta kepada Badan Pengelola Keuangan Haji dan Umrah (BPKH) agar membebaskan biaya PCR (Polymerasw Chaine Reaction) maupun karantina yang dijalani oleh jama'ah.

      "Ini adalah yang diperjuangkan oleh Gus Muhaimin," tegasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more