Pertamina Bangun Pusat Olefin di Tuban

Selasa, 04 Agustus 2020, Dibaca : 387 x Editor : teguh


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Pada penghujung tahun 2021 mendatang, Pertamina bakal membangun pusat pengolahan olefin di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proyek nasional energy strategis ini bakal menjadi pusat produksi Olefin dan Aromatik.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) 700 ribu ton, Low Density Polyethylene (LDPE) 300 ribu ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600 ribu ton per tahun. Lahan yang dibutuhkan untuk proyek strategis itu seluas 100-120 hektar.

Baca Lainnya :

     

    Coordinator Project TPPI Olefin Complex Budi Anggoro menjelaskan, pembangunan ini menjadi salah satu program strategis nasional, dan menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo yang mengharapkan adanya pembangunan kilang minyak baru.

    Baca Lainnya :

      Pembangunan proyek tersebut diperkirakan bakal memakan waktu selama tiga tahun, mulai bulan Desember 2021 hingga Maret 2024.  Selanjutnya akan mulai berproduksi pada bulan April 2024.

      “Saat ini masih pada tahapan perencanaan pembangunan, harapannya Pemkab Tuban ikut mengawal pembangunan proyek  TPPI Olefin Complex ini,” jelas Budi Anggoro saat memaparkan rencana proyek tersebut di Pendapa Kridho Manunggal Tuban, Selasa (04/08/2020) .

      Tujuan pembangunan TPPI Olefin Complex, sebut Budi Anggoro, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Tidak menutup kemungkinan melahirkan industri hilir. Selanjutnya dapat menghemat devisa negara yang semula untuk pemenuhan produk olefin dilakukan dengan impor.

      Disaat konstruksi berlangsung, proyek ini mampu menyerap tenaga kerja lokal sekitar 10 ribu orang. Juga melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi tenaga kerja saat operasional.

      Bupati Tuban H Fathul Huda bersama Wabup H Noor Nahar Hussein, dan Forkopimda Tuban mengikuti paparan dari pejabat Pertamina itu. Tampak pula Sekda Tuban Dr Budi Wiyana, General Manager PT TPPI Sugeng Firmanto, dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Tuban.

      Bupati Huda mengungkapkan, pada awal pembangunan TPPI di masa lalu menjadi harapan besar bagi masyarakat Tuban. Terjadinya krisis moneter tahun 1998 menyebabkan pembangunannya tidak sesuai harapan.

      “Selain itu meninggalkan sejumlah permasalahan diantaranya pembebasan lahan,” kata Bupati Tuban dua periode itu. “Belajar dari pengalaman masa lalu, Pertamina hendaknya melakukan sosialisasi terkait pembangunan Proyek TPPI Olefin Complex.”

      Ia katakan, sosialisasi menjadi penyambung lidah dan sharing informasi dari masyarakat untuk Pertamina, begitu pun sebaliknya. Komunikasi yang baik akan memberikan kejelasan informasi dan meminimalisir terjadinya perbedaan pendapat atau bahkan konflik.

      “Harapannya, proyek ini dapat berjalan lancar serta mampu membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Bumi Wali, pada umumnya bagi bangsa Indonesia,” tuturnya.

      Sedangkan Wabup Noor Nahar menekankan, agar pembangunan proyek mampu menyerap tenaga kerja lokal terutama ketika proses konstruksi. Di samping itu ketika perusahaan telah beroperasi dapat menyerap tenaga lokal, pada pekerjaan sector non-skill hingga middle.

      “Perusahaan dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja mencakup apa saja melalui Dinas terkait,” terang politisi dari PKB Tuban.

      Dengan demikian, Pemkab Tuban dapat mendukung upaya tenaga kerja, khususnya kelompok pemuda, untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensi diri masing-masing. Bila perlu, TPPI dapat menyediakan sekolah maupun beasiswa khusus bagi pemuda Tuban kaitannya industri minyak. (tbu)  


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more