Pertamina Layangkan Teguran Kepada KUD UJB

Paska Sumur Minyak Tua Terbkar

Sabtu, 29 November 2014, Dibaca : 1853 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset IV telah melayangkan surat teguran kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Usaha Jaya Bersama (UJB) dan mitranya PT Cepu Sakti Energi (CSE) karena telah lalai dalam mengelola sumur tua hingga menyebabkan kebakaran pada Sumur minyak tua W-43 Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (25/11/) lalu.

Legal and Relations Pertamina EP Asset IV, Sigit Dwi Aryono, menyatakan, teguran tersebut ditujukan kepada KUD UJB karena sesuai kenyataan di lapangan banyak sumur baru di luar kontrak kerjasama yang dilakukan penambangan tanpa sepengetahuan Pertamina.

“Peringatan ini sudah kami layangkan berkali-kali, tetapi nampaknya masih tidak dihiraukan,” tegas Sigit kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (29/11/2014).

Hanya saja, Ia mengaku belum bisa memastikan apakah kontrak KUD Usaha Jaya Bersama akan diperpanjang atau tidak, meskipun Pertamina EP Asset IV memiliki kewenangan memutuskan kontrak tersebut. Tetapi apabila dari hasil evaluasi dan masukan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menghendaki tidak memperpanjang kontrak, hal itu bisa dilakukan.

Sementara itu, Kepala Bagian Pertambangan dan Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sutanto, menyatakan, tidak memiliki wewenang untuk memberi teguran kepada penambang ilegal yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di wilayah sumur minyak tua.

"Sebelumnya kami bersama Pertamina dan Kepolisian telah melakukan penertiban penambangan ilegal, tapi ternyata masih marak dilakukan.Karena itu seharusnya KUD bertanggung jawab atas masalah ini," sambung Sutanto.

Namun sesuai informasi yang didapatkan Dinas ESDM dari kementrian ESDM, lanjut Sutanto, baik KUD Usaha Jaya Bersama maupun KUD Sumber Pangan yang mengelola sumur tua di Kecamatan Kedewan dan Kecamatan Malo di bawah Wilayah Kerja Pertambangan Pertamina EP Asset IV, dipastikan tidak akan diperpanjang pada 2017 mendatang.

"Rencananya, pengelolaan sumur tua akan diambil alih oleh BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana dengan sistem KSO," pungkasnya.(rien)


Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more