Pertanian Hilir Pacal Kurang Air, PU SDA Siapkan Solusi

Senin, 07 Juni 2021, Dibaca : 245 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kadin PU SDA Bojonegoro, Tedjo Sukmono.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Menjelang datangnya musim kemarau, sejumlah lahan pertanian di wilayah hilir sungai pacal kekurangan pasokan air untuk musim tanam kedua. Menghadapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bergegas menyiapkan jalan keluar persoalan tersebut.

Kepala Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, H. Ahmad Sholikin mengatakan, bahwa hilir paling ujung saluran irigasi Sungai Pacal, salah satunya adalah wilayah desanya. Sekira 140 hektar areal persawahan milik para petani di desanya, terancam tidak mendapat cukup pasokan air dari hulu Sungai Pacal.

Baca Lainnya :

    Pasalnya, menurut Sholikin, karena air yang dikirim cuma sedikit yang sampai ke Desa Lengkong. Ditambah, jatah air yang dikitir untuk Lengkong hanya berdurasi satu setengah hari, tidak cukup untuk mengairi 140 hektar sawah setempat. Belum lagi air yang dalam perjalanan dari hulu ke hilir diambil oleh oknum tertentu. Hal itu dikhawatirkan berpotensi pada ancaman gagalnya produktivitas pertanian di desanya.

    "Yang kami minta, setidaknya giliran jatah air ke kami dikembalikan sesuai aturan yang dulu, yakni selama tiga hari. Karena dengan durasi cuma satu setengah hari, itu tidak cukup," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

    Baca Lainnya :

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas (Kadin) PU SDA, Tedjo Sukmono mengaku, segera berkoordinasi dengan jajaran untuk menyiapkan jalan keluar persoalan yang terjadi di ujung hilir jaringan irigasi berasal dari hulu sungai pacal tersebut.

      Dijelaskan, aliran air dari jaringan irigasi secara teknis sebetulnya sudah melalui penghitungan agar cukup untuk pengairan sampai ditiap area persawahan. Namun, ada hal lain yang disebut non teknis, yang kemudian menjadi sebab tidak cukupnya pengairan. Misalnya, ada oknum petani yang mempompa air menggunakan mesin diesel secara tidak terukur. Tedjo mengakui hal itu memang perlu ditertibkan.

      "Saya kira bisa, untuk Desa Lengkong mendapat pasokan air selama tiga hari. Selain itu, kami juga akan secepatnya cek, untuk bisa menentukan langkah kedepan, memberikan solusi dalam mengatasi persoalan pengairan," tandasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more