Perubahan Perda Kepala Desa Hilangkan Perbedaan Pendapat

Senin, 06 Juli 2020, Dibaca : 197 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com
Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Zulma Dwi Satrio.


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk segera menyesuaikan aturan tentang Kepala Desa. Meskipun terlambat tiga tahun sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2017. 

"Seharusnya sejak diterbitkannya Permendagri yang baru Pemkab Bojonegoro segera melakukan perubahan Perda No 13 tahun 2015," kata Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Zulma Dwi Satrio, kepada suarabanyuurip.com, Senin (6/7/2020). 

Baca Lainnya :

    Menurut Zulma, apa yang dilakukan Bupati Anna Mu'awanah sekarang ini patut di apresiasi sehingga pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Bojonegoro berikutnya jelas tata aturan dan tidak banyak pihak yang mentafsirkan Perda tersebut. 

    "Selama ini banyak pihak yang mentafsirkan Perda No 13 Tahun 2015 berbeda-beda sehingga menimbulkan banyak perbedaan pendapat pada pelaksanaan pemilihan kepala desa," imbuh Politisi PAN ini. 

    Baca Lainnya :

      Komisi dewan yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan itu berharap di dalam pengaturan perubahan Perda No 13 tahun 2015 oleh Bupati Anna sekarang ini, harus diterapkan dengan tegas agar tidak ada lagi interpretasi ganda dan pasal-pasal karet. 

      Sementara Anggota Komisi A lainnya, Agung Handoyo mendukung penuh apa yang telah disampaikan Bupati Anna melalui perubahan perda tentang Kepala Desa. Utamanya, adanya perubahan dan penyesuaian raperda dengan Permendagri yang baru yang mengatur tentang Pengangkatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa karena alasan tertentu.

      Politisi PDI Perjuangan berharap dengan adanya perda  yang baru nanti ada sinergitas dari kades dan dinas terkait, karena selama ini mereka selalu merasa menjadi raja kecil di wilayahnya. 

      "Kalaupun ada kekurangan, kami akan membahasnya lebih lanjut di tingkat Panitia Khusus atau Pansus nanti," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more