Pesan 400 Bibit, Disperta Kembalikan Kejayaan Kelapa di Bojonegoro

Rabu, 09 Juni 2021, Dibaca : 442 x Editor : samian

Arifin Jauhari
KEMBALIKAN KEJAYAAN : Disperta Bojonegoro pesan 400 bibit kelapa genjah entog untuk kembalikan kejayaan kelapa Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sebanyak 400 bibit kelapa genjah entog dipesan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hal tersebut guna mengembalikan kejayaan tanaman kelapa yang tersebar di sembilan kecamatan di Bumi Angling Dharma, sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengungkapkan, bahwa tanaman kelapa dari jenis kelapa dalam pernah berjaya tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    Sebelumnya, pada 2020 lalu pihaknya telah sukses menanam bantuan sebanyak 12.000 bibit kelapa dalam, tersebar di 9 kecamatan pada 20 desa.

    "Diterima oleh gapoktan maupun poktan, total sejumlah 24, yang dananya dari APBN," kata Bambang kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (09/06/2021).

    Baca Lainnya :

      Sedangkan untuk jenis kelapa genjah entog, kata Bambang, untuk 2021 ini pihaknya masih survei pembibitan ke Kabupaten Kebumen, Jawa Timur. Direncanakan, Disperta akan inden bibit kelapa genjah entog sebanyak 400 buah ke Kebumen.

      Dijelaskan, untuk mengembalikan sejarah, dimana Kecamatan Kapas dulunya adalah pusat pohon kelapa dalam di Bojonegoro. Juga karena di Kapas sudah ada lokasi penanaman kelapa di Desa Wedi yang dikelola oleh BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa). Maka untuk bibit kelapa genjah entog nanti sekira 300 bakal dikembangkan ke Kecamatan Kapas. Sedang sisanya sebanyak 100 diberikan ke Kecamatan Kasiman.

      "Sebelumnya, tahun 2020 lalu, kita juga sudah tanam bibit kelapa genjah entog itu di Kecamatan Kanor sekira 250 buah. Monitoring dan Evaluasi juga kita lakukan, namanya tanaman, akibat kurang perawatan sebagian ada yang mati," terangnya.

      Dipilihnya bibit kelapa varietas genjah entog, lanjut Bambang, karena kelapa tersebut mempunyai beberapa keunggulan dibanding jenis kelapa dalam. Antara lain, sejak tanam hingga berbuah memerlukan waktu cukup singkat, yakni sekira 3-4 tahun sudah bisa dipanen. Jarak antar tanaman juga relatif lebih pendek.

      Selain itu, pohonnya juga relatif tidak tinggi. Hanya sekira 3 meter saja. Daging buah yang dihasilkan kelapa genjah entog juga lebih bagus dibanding kelapa dalam. Dengan volume yang sama, daging kelapa genjah entog lebih tebal.

      Dari sisi ekonomi, harga jual kelapa genjah entog juga lebih mahal dibanding varietas kelapa dalam. Rata-rata di pasaran harga buah tuanya antara Rp 30.000 sampai Rp. 40.000.

      "Kami berharap, dengan diperkenalkan varietas baru yang mempunyai segudang keunggulan, bisa mengembalikan antusias masyarakat untuk menanam pohon kelapa genjah entog nantinya di lahan pekarangan rumah. Sehingga, Bojonegoro akan kembali berjaya sebagai sentra penghasil buah kelapa," pungkasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more