Pesilat PSHT Bojonegoro Juarai Silat Bebas Indonesia Kelas Bantam

Senin, 27 September 2021, Dibaca : 8376 x Editor : samian

Arifin Jauhari
KELAS BANTAM : Indra memperlihatkan medali kemenangan yang diraih diajang Silat Bebas Indonesia.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro - Pusat Madiun, Tri Dipta Indra Kumala, berhasil menjuarai kompetisi Silat Bebas Indonesia Challenge di kelas bantam. Setelah mengalahkan pesilat dari Gasmi asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

"Iya Mas, Saya dapat tiket untuk maju di even berikutnya, setelah menang melawan Pesilat Gasmi, Rifki Putra Sagita dari Jepara," kata Indra, sapaan akrab Tri Dipta Indra Kumala, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (27/09/2021).

Baca Lainnya :

    Pria lajang ini mengaku, bertarung dalam ajang perbaikan peringkat di kelas bantam atau di kisaran bobot 59-61 Kilogram. Yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Panathayuda Karawang, Jawa Barat, Minggu (26/09/2021) kemarin.

    Dalam perbaikan peringkat tersebut, ia menyelesaikan pertarungan di menit awal ronde kedua. Dan menjadi pertarungan tersingkat dari 11 partai pertandingan yang digelar.

    Baca Lainnya :

      Pria kelahiran 17 Juni 1997 ini menjelaskan, kemenangan yang ia raih, selanjutnya menjadi tiket untuk bertarung dalam acara On Air dan Off Air. Dimana On Air direncanakan ditayangkan di stasiun televisi TV One, dan acara Off Air dilangsungkan di markas Kopassus Cijantung.

      Kini ia mempersiapkan diri secara mandiri sebelum kembali berlatih di Sasana "Kandang Macan" MMA (Mix Martial Art) Sragen, Jawa Tengah. Untuk digembleng dibawah pelatihan Heri Suwita Negara "Macan Sukowati", salah satu fighter juara di ajang MMA One Pride.

      "Setiap hari saya berlatih, dengan target durasi minimal lima jam harus terpenuhi," ujarnya.

      Disinggung mengenai pertarungannya melawan Rifki, Indra memuji Rifki, lawan tandingnya adalah petarung yang baik. Hingga beberapa metode serangan lawannya harus betul-betul ia antisipasi. Sebelum akhirnya, kemenangan TKO (Technical KnockOut) ia dapatkan dengan serangan kombinasi.

      "Menang TKO, kemarin itu pakai serangan Jab, Strike di bagian kepala, sama Knee (Lutut) yang kena di bagian perut," terangnya.

      Sebelum memasuki dunia hiburan olah raga atau biasa disebut sportainment, Indra mengaku, mengenal bela diri pencak silat dari PSHT di sekitar tempat tinggalnya, Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

      Di Kecamatan Balen, Indra berlatih silat selama 4 tahun, dan diwisuda sebagai Pendekar Tingkat I di PSHT pada tahun 2012. Minatnya meraih prestasi di pencak silat sangat tinggi. Terbukti beberapa prestasi berhasil diukir melalui pertandingan silat.

      Sejumlah prestasi yang pernah diraih dalam lingkup aturan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yaitu, Juara I Pertandingan Pencak Silat SH Cup 2018  di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lalu Juara II Kejurnas Yogyakarta Pencak Silat Championsip V di tahun yang sama. Dan  juara III SH Cup Bojonegoro pada tahun 2015 dan 2019.

      Demi bisa mengikuti ajang olah raga bela diri profesional, Indra berusaha membagi waktunya dengan pekerjaan sebagai Security di MAN 2 Bojonegoro, dengan berlatih keras di Sasana. Masih pula harus membagi waktu dengan jadwal kuliahnya di IKIP PGRI Bojonegoro.

      Anak ketiga dari lima bersaudara ini menambahlan, motivasi terbesar yang membuat semangatnya membara disebabkan ingin berkompetisi di ajang MMA One Pride. Untuk itu, ia sudah sekira setahun berlatih Muay Thai dan Kickboxing, untuk stand up fighting, sebagai syarat memiliki bela diri campuran. Ditambah lagi dengan Brazilian Jiujitsu untuk bekal ground fightingnya.

      "Semangat yang mendorong saya, karena ingin bisa bertarung di MMA. Di One Pride. Mohon do'a restunya," tutupnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more