Pesilat PSHT Mohammad Sidik Juara 3 KOSN Jenjang SMK Tingkat Nasional

Jum'at, 24 September 2021, Dibaca : 1027 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Mohammad Sidik pesilat muda PSHT Ranting Ngasem, Cabang Bojonegoro bersama pelatih Agus Taufik Isdianto, dan guru pembimbing.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro - Pusat Madiun, Mohammad Sidik, berhasil menjadi juara tiga dalam ajang Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat Nasional.

Sebelumnya, Sidik mendapatkan juara satu dalam KOSN tingkat Provinsi Jawa Timur, mewakili SMK Negeri Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Raihan itu merupakan tiket baginya dalam melanjutkan kompetisi di tingkat nasional. Mewakili SMK yang sama dimana ia menimba ilmu sebagai pelajar kelas XII.

Baca Lainnya :

    "Alhamdulillah, disyukuri dulu, walau baru bisa juara tiga tingkat nasional," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jum'at (24/09/2021).

    Capaian juara tiga tersebut, menurut Sidik, dijadikan cambuk untuk meraih prestasi lebih baik lagi di ajang kompetisi cabang olahraga pencak silat yang ditekuninya. Khususnya dalam pandemi ini, kegiatan lomba yang diikuti berupa KOSN Cabor Pencak Silat kategori seni tunggal secara virtual.

    Baca Lainnya :

      "Latihan masih rutin, minimal tiga kali seminggu. Supaya selalu siap saat dibutuhkan sewaktu-waktu," ujar pesilat PSHT Rayon Mediyunan, Ranting Ngasem, Cabang Bojonegoro.

      Sementara itu, salah satu pelatih PSHT Cabang Bojonegoro, Agus Taufik Isdianto, yang turut membina Sidik menilai, bahwa stamina Sidik masih kurang maksimal. Namun, pria yang akrab disapa Dian ini memaklumi. Lantaran kondisi psikis Sidik sedang tidak stabil saat berlatih, karena belum lama ditinggal oleh ibunya.

      "Untuk waktu peragaan Sidik sudah baik, sedangkan kebenaran gerak sekira 98 persen. Stamina yang kurang maksimal," ujarnya.

      Dian menjelaskan, dalam kompetisi pencak silat seni kategori tunggal yang diikuti oleh Sidik, diperagakan jurus yang dibakukan oleh Persilat (Persekutuan Silat Antar Bangsa). Jurus baku ini terdiri seratus gerakan. Terbagi dalam tiga rangkaian jurus.

      Yakni, tujuh jurus tangan kosong, tiga jurus senjata golok, dan empat jurus senjata toya. Selain penilaian 100 gerakan harus benar, juga dinilai kemantaban gerakan. Setiap kesalahan gerakan akan mengurangi nilai 100 kebenaran gerakan. Sementara nilai kemantaban maksimal berada pada ambang 50 sampai dengan 60.

      Dalam penilaian itu, kata Dian, Sidik memeroleh nilai 436. Sementara rivalnya di posisi kedua mengumpulkan nilai 437. Hanya selisih satu angka dengan Sidik, dan cuma selisih dua angka yaitu 438 dengan pesilat peraih posisi pertama. Hal itu dinilai Dian merupakan potensi yang dimilki Sidik untuk bisa menjadi juara tingkat nasional.

      "Kemantaban sangat dipengaruhi oleh stamina pesilat. Harapan kami, stamina Sidik bisa meningkat, dan kebenaran gerak mencapai 100 persen," pungkasnya.(fin)

       


Show more