Pesilat se Indonesia dan Luar Negeri Ikuti Turnamen Pencak Silat Virtual

Sabtu, 17 Oktober 2020, Dibaca : 364 x Editor : samian

Arifin Jauhari
TURNAMEN : Peserta turnamen pencak silat virtual sedang dinilai penampilannya oleh juri dan wasit.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pembatasan gerak sosial dalam masa pandemi covid-19, tidak menjadi halangan para insan pencak silat untuk tetap melestarikan warisan leluhur bangsa ini dalam kegiatan kejuaraan. Inovasi cerdas lahir dalam bentuk Turnamen Pencak Silat Virtual yang dibuka, Sabtu (17/10/2020).

Kaypang Sport, sebagai penanggung jawab sekaligus penggagas turnamen mengungkapkan, Turnamen Pencak Silat Virtual se Nusantara Season 2 Kategori Ganda ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    "Selain itu juga didukung oleh Polda Jatim, Polres Bojonegoro, Ibu Farida Hidayati anggota DPR RI, Pengprov IPSI Jatim, serta para panelis yang ahli dibidangnya," kata Sekretaris Kejuaraan, Rangga Brahmana, kepada Suarabanyuurip.com.

    Ditambahkan, sejak penutupan pendaftaran pada 14 Oktober 2020 lalu, kompetisi ini diikuti oleh 36 peserta dari berbagai daerah seluruh Indonesia, dan peserta dari luar negeri.

    Baca Lainnya :

      "Mulai dari Jawa Timur  hingga Jawa Barat, Bali, Sumatra, Bangka Belitung, Kalimantan, sampai dari Sabah Malaysia, ikut mendaftar turnamen ini," ujarnya.

      Peserta dari Kategori Ganda berjumlah lebih sedikit dibandingkan dengan peserta pada Season 1 Kategori Tunggal yang berjumlah 137 orang.

      "Hal ini disebabkan karena kategori ganda mempunyai tingkat kesulitan tersendiri yang terdiri dari banyak faktor," jelasnya.

      Sementara itu Presiden Kaypang Sport, M. Muslim, yang sekaligus penanggung jawab turnamen, menjelaskan, teknis kejuaraan pencak silat virtual ini seperti kontes penyanyi yang ada di televisi.

      "Artinya, ada edukasi secara live dengan cara zoom meeting, setelah peserta menampilkan kebolehannya," ungkap sarjana lulusan Unesa ini.

      Dijelaskan bahwa para panelis yang memberi edukasi adalah para pakar pencak silat dikategori ganda dengan prestasi yang sudah mendunia, spesialis dibidangnya masing-masing.

      Antara lain, Tulus Priyadi, pelatih pencak silat ganda Nasional dan Internasional sekaligus juara dunia pencak silat, Drs. Mahfud juri dan wasit internasional, Ni Made Dwi Yanti juara pencak sikat ganda putri Asean Games asal Bali, Handi juara pencak silat ganda putra Asean Games, dan masih banyak lagi.

      Menurut Muslim, turnamen ini bukan hanya mengemas kegiatan pragmatis menang dan kalah begitu saja. Tetapi penekanannya lebih kepada proses edukasi kepada peserta agar lebih memahami pencak silat kategori ganda.

      "Karena ada proses edukasi, kami harapkan peserta atau insan pencak silat lebih memahami apa itu pencak silat ganda. Kaidahnya, cara berlatih, aturan main dan lain sebagainya," tandasnya.

      Selanjutnya, setelah tahapan edukasi selesai, para pesilat harus berlatih lagi di rumah, diberi kesempatan untuk perbaikan-perbaikan. Kemudian mengirim kembali video terbaru kepada panitia maksimal tanggal 26 Oktober 2020. Dilanjutkan tahapan penjurian besok tanggal 29 sampai 31 Oktober 2020.

      "Untuk para pemenang disediakan hadiah berupa senjata golok, celurit, dan sejumlah uang pembinaan," pungkasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more