Petani Sekitar Proyek JTB Masuki Panen Raya Padi

Selasa, 24 Maret 2020, Dibaca : 219 x Editor : samian

Samian Sasongko
PANEN PADI : Petani sekitar proyek JTB sedang melakukan aktivitas memanen padi.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Petani sekitar proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak awal Bulan Maret 2020 mulai panen raya padi.

Tahun ini dirasa hasil panen lebih baik dibandingkan setahun lalu, karena selain serangan hama tidak begitu ada, curah hujan juga lumayan teratur.

Baca Lainnya :

    "Tahun ini tanaman padi tergolong bagus-bagus. Serangan hama hampir tidak ada, kalaupun ada jenis hamanya mudah dibasmi," kata Suparman, petani Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (23/3/2020).

    Suparman mengaku, lahan miliknya kurang lebih seluas 7000 meter persegi telah menghasilkan panen hampir 5 ton gabah. Dengan menghabiskan modal penggarapan total sekira Rp4 juta. Sementara di tahun lalu dengan modal tanam hampir sama, hanya mendapatkan hasil panen padi kurang dari 4 ton gabah.

    Baca Lainnya :

      "Saya jual borongan ke pembeli, kalau tidak salah dihargai Rp14 juta lebih," jelas pria berperawakan jangkung.

      Segendang seirama diungkapkan, Tarmin. Petani asal Desa Mojodelik ini mengatakan, selain hasil panen padi bagus, harga gabah per kilo gram (Kg) tahun ini juga naik. Dari tahun lalu harga gabah basah Rp3.600/Kg, dan kering Rp4000/Kg. Sekarang naik menjadi Rp3.800/Kg gabah basah, dan gabah kering Rp4.500/Kg.

      "Alhamdulillah hasil panen tahun ini cukup menguntungkan dan bisa buat menyambung hidup keluarga. Semoga kedepan cuaca terus bagus, harga tetap stabil dan bila perlu bisa naik lagi," ujar Tarmin yang mengaku lahan pertaniannya berada tak jauh dari proyek jalur pipa Gas JTB ini.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more