Pilkades Serentak 2020 : Jika Dua Calon Satu Mengundurkan Diri Tahapan Tetap Jalan

Kamis, 16 Januari 2020, Dibaca : 5626 x Editor : nugroho

d suko nugroho
Deklarasi damai Pilkades Serentak 2020 oleh bakal calon kades di GOR Gayam, Rabu 15 Januari 2020 kemarin.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Penetapan bakal calon kepala desa dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang III di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dilaksanakan pada 6 Februari 2020.

Namun kekhawatiran mulai dirasakan sejumlah bakal calon. Khususnya, desa yang akan menyelenggarakan pilkades dengan jumlah dua bakal calon. 

Baca Lainnya :

    Mereka ketar-ketir jika dalam perjalanan tahapan pilkades dari dua bakal calon ada satu yang mengundurkan diri setelah ditetapkan panitia pemilihan Pilkades. Sebab, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015, tentang Kepala Desa dan Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor 29 Tahun 2016, tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Kepala Desa, peserta pilkades minimal dua calon.

    "Ini yang kita belum tahu. Apakah tahapan dilanjutkan atau dibuka lagi pendaftaran  Kalau dibuka lagi tentunya akan memakan waktu lagi," ujar bakal calon kepala desa Gayam, Winto usai deklarasi damai di GOR Gayam, Rabu (15/1/2019).

    Baca Lainnya :

      Sedangkan di sisi lain belum ada penjelasan secara utuh dari panitia pemilihan, kecamatan hingga pemerintah kabupaten (Pemkab).

      "Tadi sempat tanya soal itu, diminta tanya ke Bu Ira DPMD. Tapi belum ada jawaban," ungkap calon incumbent itu. 

      Menurut Winto, jika kondisi tersebut terjadi dan tahapan pilkades diulang dengan membuka pendaftaran baru, maka bisa dipastikan tidak akan ikut dalam pilkades serentak. 

      "Kalau diulang lagi ya tidak fair. Harusnya tahapan tetap jalan," tegasnya.

      Berbeda dengan Winto. Salah satu bakal calon kades lainnya di wilayah barat Bojonegoro memilih mengajukan istrinya untuk ikut mendaftar sebagai calon kades. Karena untuk mengantisipasi jika salah satu calon mengundurkan diri.

      "Saya pilih aman. Kalau satu calon mundur, masih ada dua calon sehingga pilkades tetap bisa digelar," tutur bakal calon incumbent yang meminta tak menyebutkan identitasnya.  

      Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Gayam, Agung Purwanto, mengaku belum mengetahui secara pastia apakah tahapan pilkades akan tetap dilanjutkan jika dari dua calon ada yang mengundurkan diri setelah penetapan.

      "Namun mudah-mudahan kejadian itu tidak ada di sini. Apalagi tadi dalam deklarasi ada yang isinya balon kades sepakat tidak akan mengundurkan diri," ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/1/2020). 

      Dalam point 5 isi deklarasi damai disebutkan, balon kades tidak akan melakukan pelanggaran tahapan pilkades (termasuk di dalamnya menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari bakal calon atau nanti pada saat ditetapkan sebagai calon kepala desa), tidak akan melakukan pelanggaran perdata maupun pidana. Apabila itu dilakukan sanksinya mulai moral, administrasi, dan dituntut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

      Menanggapi kekhawatiran tersebut, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro, Juwono Prawiro, menegaskan, tahapan pilkades akan tetap berlanjut meskipun ada satu calon yang mengundurkan diri dan menyisakan satu calon kades. 

      "Karena serentak tahapan tetap berjalan," tandas Juwono. 

      Oleh karena itu, mantan Camat Kedungadem itu berharap adanya tanggung jawab dan komitmen bersama semua pihak untuk mensukseskan pilkades. Baik panitia, BPD, pemerintah dan pihak terkait (pengamanan), masyarakat, dan yang lebih utama bakal calon kades.

      Untuk diketahui, Pilkades serentak gelombang III tahun 2020 ini, akan diselenggarakan di 233 desa yang tersebar di 28 kecamatan pada 19 Februari 2020 . Dengan jumlah bakal calon sebanyak 663 orang.(suko)





      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more