PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Pelantikan dan Halaqoh Pergerakan

Minggu, 02 Januari 2022, Dibaca : 418 x Editor : nugroho

joko kuncoro
PELANTIKAN : PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro saat mengikuti prosssi pelantikan.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Sunan Giri Bojonegoro menggelar pelantikan pengurus di Aula MAN 1 Bojonegoro, Minggu (2/1/2021). Pelantikan yang dirangkai Halaqoh Pergerakan ini mengambil tema "One Determination One Direction” untuk meningkatkan ghiroh kader PMII dalam berorganisasi.

Ketua Komisariat PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro Ulil Abror mengatakan, sejarah panjang yang ada di PMII UNU Sunan Giri sangat berpengaruh terhadap kualitas intelektual kader. Mulai dari hal yang paling fundamental terkait kultur kaderisasi hingga bersimpu pada konstruk gerakan.

Baca Lainnya :

    "Perlu bagi kami, memiliki sentral kaderisasi yang bisa menjadikan acuan khusus untuk seluruh kader PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro. Mengingat pentingnya hal ini, dengan banyaknya pergulatan sosial yang ada pada ruang lingkup pergerakan," jelas Ulil sapaan akrabnya.

    Dia mengatakan, hukum wajib bagi seluruh jajaran Pengurus Komisariat UNU Sunan Giri Bojonegoro, mewujudkan cita-cita bersama dan siap berdedikasi penuh untuk organisasi. Sebab, untuk memperbaiki berbagai gejolak sosial tersebut tentu harus dilakukan langkah-langkah komprehensif agar nuansa kehidupan berorganisasi kembali semakin edukatif dan produktif.

    Baca Lainnya :

      "Maka, dengan mengangkat tema “One Determination One Direction” diharapkan meningkatkan ghiroh kader PMII untuk berpartisipasi dalam estafet kepengurusan," kata Ulil.

      Sementara itu Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Herri Siswanto menjelaskan, pelantikan PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro ini tidak akan berlangsung maksimal jika tidak ditopang oleh struktural kelembagaan yang kolektif dan kualitas SDM kader.

      "Karena kader PMII eksponen pembaharu bangsa yang berintelektual. Maka harus komitmen meningkatkan SDM unggul. Dan membebaskan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spritual maupun material dalam segala bentuk," tambahnya. (jk)


Show more