PKL Bandel Bakal Ditindak Tegas

Jalan Pemuda Jadi Kawasan Tertib

Kamis, 21 April 2016, Dibaca : 840 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
OPERASI SIMPATIK : Pihak kepolisian, TNI, Perhubungan, Satpol PP mendatangi PKL untuk menyosialisasikan Jalan Pemuda tertib.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, terhitung mulai hari ini, Kamis (21/4/2016), Jalan Pemuda Cepu ditetapkan sebagai kawasan tertib. Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), memperingatkan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sepanjang Jalan Pemuda dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Blora, Sri Handoko, sejak hari ini mulai launching kawasan tertib di Jalan Pemuda. Sosialisasi dan pemberian peringatan kepada masyarakat sepanjang Jalan Pemuda terus dilakukan. Kawasan tersebut harus bebas dari Pengemis, Gelandangan, Pengamen, Orang Terlantar (PGOT), serta tertib PKL dan reklame.

Baca Lainnya :

    "Jadi ketika besuk masih ditemui pelanggaran, baik PKL maupun yang lain akan ditindak tegas," katanya saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

    Dia menjelaskan, bukan berarti jalan Pemuda saja yang harus tertib, kawasan jalan lain pun juga harus mengikutinya. "Diharapkan wilayah lain bisa mengikuti. Karena wilayah ini menjadi percontohan," ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Tertib itu, lanjut dia, artinya boleh melakukan aktivitas tapi dibatasi waktu. "Untuk PKL boleh melakukan aktivitas jualan mulai jam 3 sore sampai jam 6 Pagi, dan harus sudah bersih saat pagi harinya," jelasnya. Dia berharap, warga bisa mendukung dengan program pemerintah tersebut.

      Saat operasi simpatik bersama pihak kepolisian, TNI, Perhubungan, dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sri Handoko memberikan penjelasan kepada para PKL yang mangkal di trotoar jalan Pemuda. Tentunya berkaitan dengan ditetapkannya Jalan Pemuda menjadi kawasan tertib.

      Dengan ditetapkannya menjadi kawasan tertib, para PKL tentu mendapat imbas dari kebijakan pemerintah tersebut. Namun, mereka menerima dengan legowo atas kebijakan ini, dan akan mematuhi aturan yang berlaku.

      "Kami manut saja dengan atasan," kata Surip, salah satu PKL di Jalan Pemuda, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (21/4/2016).

      Menurutnya, dengan diterapkan kebijakan ini dapat mempengaruhi omset yang
      didapatkan. Karena biasanya mulai pagi melakukan jualan dan ramai pembelinya berubah menjadi sore. Sehingga pelanggan yang semula membeli pagi hari harus berubah sore hari.

      “Kalau pendapatan menurun itu pasti. Karena kebijakannya mulai sore, otomatis pendapatan kami berkurang. Sebab pembeli pun juga berkurang," kata dia. (Ams)


Show more