PMK Makin Mengancam, Peternak di Bojonegoro Proaktif Periksakan Sapi

Kamis, 12 Mei 2022, Dibaca : 599 x Editor : nugroho

joko kuncoro
Petugas kesehatan hewan sedang periksa sapi di kandang belajar Ustan Mandiri Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemeriksaan hewan ternak gencar dilakukan menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Salah satunya pemeriksaan kesehatan dilakukan di Kelompok Ternak Sapi Ustan Mandiri. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya PMK pada sapi di Bojonegoro, Jawa Timur.

Ketua Kelompok Ternak Ustan Mandiri, Muhammad Ali, mengatakan telah melakukan beberapa antisipasi untuk mencegah PMK ini salah satunya rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan kadang sapi selama seminggu sekali.

Baca Lainnya :

    "Juga, melakukan pemeriksaan mulut dan kaki sapi untuk mengetahui apakah terjadi gejala PMK atau tidak," katanya, Kamis (12/5/2022).

    Selain itu, kata dia, memberikan vitamin pada sapi seminggu sekali untuk menjaga kesehatan sapi. Sebab, dengan mulai merebaknya PMK ini harus diwaspadai agar hewan ternak terutama sapi terjaga kesehatannya.

    Baca Lainnya :

      Dia mengatakan, PMK pada sapi perlu diwaspadai bagi peternak sapi meski tidak menular pada manusia namun harus berhati-hati karena mudah menular sesama hewan. Dan jika ada gejala segera melapor ke petugas dan mengkarantina hewan ternak tersebut.

      "Kemarin juga 12 ekor sapi milik kelompok kami diperiksa oleh Disnakan bersama forkompincam dan tidak ditemukan PMK," kata Ali Ketua Kelompok Ternak Ustan Mandiri Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Tambakrejo Lilik Sulistya menuturkan, semua peternak di wilayah sumber bibit sapi PO Tambakrejo harus tetap waspada dengan adanya penyebaran PMK di beberapa wilayah di jawa timur akhir akhir ini.

      "Karena PMK sangat merugikan terutama bagi ekonomi peternak dan penyebarannya sangat cepat," ungkapnya.

      Sebab, berdasarkan surat edaran Gubenur jawa timur Nomor 524.3/5201/122.3/2022 bahwa laporan kejadian penyakit menular akut pada ternak  penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah terjadi di Jawa Timur. Yakni, lanjut dia, meliputi daerah Kabupaten Gersik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.

      "Karena itu, pencegahan dan antisipasi penyakit yang menular dan terkogolong akut serta cepat penularanya ini harus dilakukan," katanya.

      Sementara itu, Kabid kesehatan hewan dan pemasaran hasil peternakan, Dinas peternakan dan perikanan (Disnakan) Bojonegoro, Sugiharti Sri Rahadju, mengimbau untuk melakukan pencegahan serta pemantauan hewan ternak yang masuk dari luar daerah. Sebab Bojonegoro berdekatan dengan wilayah yang ditemukan PMK misalnya seperti Lamongan dan Gresik.(jk)

       

      "Maka kita melakukan pencegahan dan pemantauan di pasar-pasar hewan guna mengantisipasi terjadinya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Juga mensosialisakan dan memantau kedatangan hewan ternak dari luar daerah," katanya.(jk)


Show more