Pola Bagi Hasil PI Blok Cepu Berpeluang Dirubah

Minggu, 26 Mei 2013, Dibaca : 2740 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - D Suko

Bojonegoro – Bojonegoro Institute (BI), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal Bojonegoro, Jawa Timur yang konsen dibidang migas, menilai mekanisme pembayaran maupun porsi bagi hasil antara PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, dengan PT. Surya Energi Raya (SER) dalam pengelolaan participating interest (penyertaan modal/PI) 10 persen Blok Cepu masih bisa dirubah.

”Hanya itikad baik dari kedua belah pihak saja. Jadi masih sangat terbuka lebar untuk dirubah,” kata Koordinator Transpransi Migas BI, Mustofirin kepada suarabanyuurip, Minggu (26/5/2013).

Baca Lainnya :

    Apalagi menurut dia, Komisi B DPRD maupun masyarakat Bojonegoro sudah lama mendukung dan menghendaki agar pola pembayaran maupun porsi bagi hasil dalam pengelolaan PI itu dirubah. Alasannya, mekanisme pembayaran dan pembagian keuntungan itu merugikan daerah dan masyarakat Bojonegoro.

    Dimana, lanjut Firin, porsi bagi hasil dalam pengelolaan PI itu ADS memperoleh 25 persen dan 75 persen untuk SER. Sedangkan mekanisme pembayaran keuntungan yang dilakukan setelah semua modal yang dikeluarkan SER lunas.

    Baca Lainnya :

      ”Jika memakai mekanisme ini, keuntungan itu baru akan dinikmati daerah lima atau sepuluh tahun kedepan. Atau bahkan bisa setelah produksi puncak Blok Cepu berakhir,” ungkap Firin.

      Dia mengungkapkan, dengan kondisi itu, beberapa waktu lalu Komisi B DPRD Bojonegoro telah menyarankan agar mekanisme dan porsi bagi hasil itu dirubah. Diantara rekomendasi yang dikeluarkan komisi dewan yang salah satunya membidangi masalah migas itu adalah meminta agar mekenisme pembayaran keuntungan dalam pengelolaan PI dibayar dimuka. Artinya, jika SER sudah memperoleh keuntungan, ADS juga harus mendapat bagian.

      ”Komisi B juga meminta agar porsi bagi hasil dirubah, 35 persen ADS  dan 65 persen SER. Meski ini belum proporsional, tapi masyarakat menghendaki itu dirubah mengingat sumber migas berada di Bojonegoro,” papar Firin.

      Senada juga disampaikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Bangsa Sejahtera (BBS). LSM lokal di ring 1 ladang migas Blok Cepu itu mendesak kepada Direktur Utama (Dirut) ADS yang baru lebih berani mengambil kebijakan dalam kerja sama pengelolaan PI Blok Cepu dengan SER.

      ”Jika memang ada klausul dalam perjanjian antara ADS dengan SER yang dapat merubah mekanisme pembayaran maupun porsi bagi hasil keuntungan itu, ya harus dirubah perjanjian ini. Dirut yang baru harus berani,” tegas Ketua LSM BBS, Supolo dikonfirmasi terpisah.(suko)

       


Show more