Positif Corona Bojonegoro Terus Bertambah, Bupati Keluarkan Larangan Kegiatan Idul Fitri

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 626 x Editor : nugroho

Ist/Dinas Kesehatan Bjn.
Data komulatif virus corona di Kabupaten Bojonegoro per 21 Mei 2020.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro -  Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu’awanah, mengeluarkan surat imbauan pelaksanaan kegiatan Idul Fitri 1441 H/2020 M sehubungan dengan masa Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Ada empat poin penting yang dalam surat bernomor 451/246/412.014/2020 tertanggal 20 Mei. Pertama, penyaluran zakat dilarang dengan cara mengumpulkan kerumunan massa. Kedua, pelaksanaan takbir secara virtual dan tidak diperbolehkan takbir keliling. Ketiga, Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 H/2020 M dilaksanakan di rumah. 

Baca Lainnya :

    "Tidak diperkenankan mengadakan open house atau halal bihalal yang tidak memperhatikan protokol kesehatan covid-19," ujar Bupati Anna dalam surat imbauan yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (21/5/2020) malam.

    Surat tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam serta Camat se Kabupaten Bojonegoro. 

    Baca Lainnya :

      Sebelumnya, Kapolres Bojonegoro AKBP. M Budi Hendrawan menyatakan akan memerintahkan kepada semua anggotanya di polsek jajaran untuk melakukan patroli pada malam Hari Raya Idul Firti 1441 H. 

      "Kami minta masyarakat mematuhi dan melaksanakan imbauan pemerintah untuk memutus matai rantai penyebaran Covid-19,"  pesan kapolres saat mendampingi Bupati Anna pada forum webinar bertema "Kendali Penanganan Covid 19 Milik Pusat atau Daerah?" di Pendopo Malowopati, Rabu (20/5/2020) kemarin. 

       Sebagaimana diketahui, Bojonegoro sekarang ini masuk kategori zona merah. Jumlah positif virus corona terus bertambah. 

      Berdasarkan update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro per 21 Mei 2020 pukul 18.00 WIB, terdapat penambahan dua kasus baru positif virus corona yakni di Kecamatan Trucuk dan Bojonegoro. 

      "Keduanya peningkatan kasus dari pasien dalam pengawasan PDP. Sehingga jumlah positif terkonfirmasi hari ini sebanyak 32 orang," sambung  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro, Masirin.

      Dijelaskan jumlah positif terkonfirmasi kumulatif saat ini sebanyak 39 orang. Rinciannya dirawat 32 orang, meninggal dunia 5 orang dan sembuh 2 orang.

      Sementara untuk status PDP ada penambahan baru sebanyak 2 orang yakni di Bojonegoro dengan rincian 1 orang dalam pengawasan dan 1 orang meninggal dunia. Sehingga status PDP pada hari ini adalah 7 orang meliputi 6 orang dalam pengawasan dan 1 orang meninggal dunia.

      “Status PDP kumulatif sebanyak 13 orang, 6 orang dalam pengawasan, 2 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 5 orang,” tegas Masirin.

      Sedangkan status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak 4 orang, yakni di Bojonegoro 1 orang, Ngasem 1 orang, Gayam 1 orang dan Kedungadem 1 orang.  Orang dengan status ODP yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3 orang, yakni di Bojonegoro 2 orang dan Ngasem 1 orang.

      “Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 29 orang. Dan ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 232 orang, meliputi dipantau 29 orang, selesai pemantauan 201 orang dan meninggal dunia 2 orang,” tutur pria yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Pemkab Bojonegoro itu.

      Masirin menambahkan status orang dalam resiko (ODR) sebanyak 40.680 orang dan orang tanpa gejala  (OTG) sebanyak 364 orang.(suko) 








      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more