Positif Corona Kalster Temboro di Blora Bertambah 4 Orang

Senin, 01 Juni 2020, Dibaca : 182 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Kabupaten Blora, Lilik Hernanto.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bertambah lima orang  berdasarkan hasil pemeriksaan swab atau polymerase chain reaction (PCR). Sehingga jumlah pasien positif menjadi 29 orang, dengan rincian 23 dirawat, 3 meninggal, dan 3 sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Lilik Hernanto menjelaskan tambahan lima kasus baru tersebut empat diantaranya adalah dari Kecamatan Kradenan. Sedangkan satu kasus lainnya adalah seorang perempuan usia sekitar 50 tahun dari Kecamatan Bogorejo, yang sebelumnya punya riwayat sakit dari Surabaya.

Baca Lainnya :

    "Yang empat tambahan baru itu erupakan klaster Temboro," ujarnya Senin (1/6/2020).

    Pasien corona yang sembuh juga bertambah satu orang dari klaster Temboro. Akan tetapi, data belum masuk di website. 

    Baca Lainnya :

      "Karena baru 11.30 WIB tadi kabar kesembuhannya kami terima. Sehingga yang sembuh ada 3 pasien,” lanjut pria yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan Blora itu.

      Menurutnya, klaster Temboro sudah diketahui semua hasil pemeriksaannya. Dari 131 santri yang pulang ke Blora, setelah dirapid test ada 28 yang reaktif kemudian dilakukan swab dan hasilnya 19 orang positif Covid-19, dan 9 negatif. 

      "19 yang positif sedang diisolasi, dan hari ini sembuh satu yang dari Puskesmas Rowobungkul,” tambah Lilik.

      Dengan tambahan satu pasien positif baru di Kecamatan Bogorejo, maka status zona merah di Kabupaten Blora menjadi 9 Kecamatan.

      Dari 9 kecamatan yang masuk zona merah tersebut paling banyak kasus positif corona di Kecamatan Jati dengan jumlah 8 orang, Kradenan 6 orang, Blora 5 orang, Kunduran 3 orang, Ngawen dan Cepu masing-masing 2 orang, serta Jepon, Todanan dan Bogorejo masing-masing satu kasus.

      Sedangkan untuk reaktif rapid-test hingga hari Senin (1/6/2020) ada 125 orang tersebar di 15 Kecamatan se Kabupaten Blora, kecuali Japah.

      “Yang paling banyak rapid-test reaktifnya Blora Kota ada 33 orang, Cepu ada 23 orang, Tunjungan 11 orang, Sambong 8 orang, Banjarejo dan Randublatung 7 orang,” terang Lilik.

      Selanjutnya untuk pasien PDP masih ada 7 yang diawasi, ODP masih ada 28 orang yang dipantau, OTG 141 orang, dan pemudik ada 36.282 jiwa.

      Lilik berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaannya, dengan mematuhi protokol kesehatan.

      "Jangan sampai ada diskriminasi, apalagi terhadap pasien reaktif rapid-test. Mereka belum tentu Covid-19. Jangan dikucilkan, justru harus disupport agar imunitasnya baik,” pesannya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more