PPDB Blora, Anak Keluarga Medis dapat Kebijakan Khusus

Sabtu, 20 Juni 2020, Dibaca : 161 x Editor : nugroho

Ist/dinkominfo blora
Kepala Dinas Pendidikan Blora, Hendi Purnomo menyampaikan teknis PPDB pada masa pendemi virus corona.


SuaraBanyuurip.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memberikan perlakuan khusus terhadap anak atau keluarga medis dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020/2021.

“Atas arahan dan kebijakan bapak Bupati Blora, bahwa anak atau keluarga dari tenaga kesehatan atau tenaga medis untuk diterima di semua jenjang pendidikan dengan surat keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Blora, Hendi Purnomo dalam konferensi pers di media center posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten Blora, Sabtu (20/6/2020). 

PPDB tahun pelajaran 2020/2021 akan dibuka 29 Juni 2020 sampai dengan 1 Juli 2020 untuk satuan pendidikan SMP. Sedangkan untuk satuan pendidikan SD dibuka 29 Juni 2020 sampai dengan 4 Juli 2020. 

Baca Lainnya :

    "PPDB dilaksanakan secara online. Ada empat jalur penerimaan, yaitu jalur zonasi, afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur prestasi," tuturnya.

    Dikatakan tahun pelajaran 2019/2020 berakhir hari ini Sabtu 20 Juni 2020, yang ditandai pada hari ini penyerahan rapor, yang diserahkan oleh bapak ibu guru kepada orang tua ataupun siswa.

    Baca Lainnya :

      "Setelah penyerahan rapor, sesuai dengan kalender pendidikan, peserta didik libur selama tiga minggu, akan tetapi untuk para guru tidak libur karena harus menyiapkan penerimaan peserta didik baru," terangnya.

      Dijelaskan, pada 13 Juli 2020, adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti pembelajaran tatap muka, atau kegiatan belajar tatap muka. Karena untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di kelas ada harus ada syarat ketat dan berlapis.

      “Yang paling utama adalah daerah tersebut dalam zona hijau,” tandasnya.

      Kemudian ada rekomendasi dari pemerintah daerah ataupun Gugus Tugas serta satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap dalam pembelajaran tatap muka.

      “Berikutnya, harus ada ijin dari orang tua atau wali murid,” terangnya.

      Jika salah satu persyaratan tidak memenuhi, maka peserta didik melanjutkan belajar dari rumah secara penuh.

      Terkait prinsip kebijakan pendidikan atau pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sesuai dengan surat keputusan bersama atau keputusan empat menteri. Yang pertama keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama.

      “Oleh karena itu, mari bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah, tetap berada di rumah, memakai masker jika keluar, mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, jaga jarak fisik, istirahat dan olah raga yang cukup,” pesannya.(ams) 




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more