PPM PRIMA EMCL Makin Diminati Ibu Rumah Tangga Sekitar Blok Cepu

Kamis, 25 November 2021, Dibaca : 227 x Editor : samian

Arifin Jauhari
PENGHASILAN MENINGKAT : Kalangan Ibu Rumah Tangga sedang dapat pelatian, dipresentasikan EMCL via aplikasi zoom dalam JCB 2021.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Program PRIMA (Perempuan Indonesia Merajut) yang digagas oleh Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas), Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), terbukti telah meningkatkan penghasilan kaum ibu rumah tangga (IRT). Sehingga program PRIMA semakin diminati.

Bahkan juga mampu mengantarkan EMCL menyabet empat gelar platinum di ajang ISDA (Indonesian Sustainable Development Award) 2021.

Baca Lainnya :

    Hal itu dipaparkan Community Relation EMCL, Hasti Asih, melalui sesi presentasi dalam kegiatan Joint Convention Bandung (JCB) 2021 perihal Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bertajuk PRIMA. Presentasi via aplikasi zoom tersebut dipandu oleh Public and Government Affair (PGA) EMCL, Dewi Ariani.

    "PPM PRIMA ini memang bertujuan agar masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan," katanya, Kamis (25/11/2021).

    Baca Lainnya :

      PRIMA, disebut sebagai program yang berbeda dengan PPM lain yang dimiliki EMCL. Karena, selain memberikan pelatihan, fasilitas, peralatan, dan sarana penunjang lain, PRIMA menyediakan jaringan pasar bagi peserta.

      Latar belakang program ini, kata Hasti, karena EMCL melihat persoalan perlunya penghasilan ganda, atau suami dan istri sama-sama mempunyai penghasilan, bagi sebagian keluarga kurang mampu yang ada di Bojonegoro dan Tuban.

      Sebagai uji coba awal periode, dilaksanakan di Desa Bonorejo, Gayam, dan Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tetapi, seiring makin bertambahnya peminat, kini sudah berkembang hingga Kecamatan Trucuk dan Kalitidu.

      "Terpilih program rajut ini karena melihat kebutuhan pasar terhadap produk rajut yang terus meningkat dan memiliki pasar yang berkelanjutan," ujarnya.

      Hasti mengaku, meskipun program ini pada awalnya mengalami kesulitan, namun kemudian tetap berjalan dan berkembang. Karena para peserta program terutama dari kalangan IRT telah banyak merasakan manfaatnya, sehingga banyak dari mereka yang minat untuk menekuni.

      Namun dari peserta program yang kini mencapai lebih dari 400, dalam data Hesti yang aktif sekira 200 sampai 250 orang. Hal ini disebabkan karena merajut adalah pekerjaan seni. Jadi ia menilai wajar jika sebagian peserta terkena seleksi alam.

      "Kendala yang dihadapi peserta biasanya ijin dari pasangan, kurang motivasi, dan kemampuan individu itu sendiri," paparnya.

      Capaian PPM PRIMA sepanjang periode program, terbukti sukses. Hasti membeberkan, pada periode 2018 sampai dengan per November 2021. Produksi sebanyak 25.523 panel tas rajut dengan nilai pendapatan sebesar Rp603.620.500 telah dihasilkan.

      Berkat keberhasilan program PRIMA, EMCL sukses menyabet empat gelar platinum di ajang Indonesian Sustainable Development Award 2021.

      "Pogram ini, merupakan komitmen EMCL dalam mendukung masyarakat di wilayah operasi Lapangan Migas Blok Cepu," pungkasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more