PPSDM Migas Peringati 14 Tahun Semburan Lumpur Sidoarjo

Minggu, 31 Mei 2020, Dibaca : 174 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
PPSDM Migas Peringati 14 Tahun Semburan Lumpur Sidoarjo.


SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - 14 tahun sudah peristiwa semburan lumpur Sidoarjo atau akrab dengan sebutan Semburan Lumpur Lapindo. Memperingati, awal semburan lumpur panas itu, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), menyelenggarakan Webinar yang diikuti sebanyak 780 orang melalui aplikasi zoom, pada Jumat (29/5/2020).

Sekadar diketahui, semburan lumpur panas di lokasi pengeboran milik PT Lapindo Brantas terjadi sejak 29 Mei 2006 itu, membuat sejumlah desa di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sejarah pilu.  Puluhan ribu warga harus mengungsi dan merintis kehidupan baru di tempat lain.

Baca Lainnya :

    Sebagaimana diketahui, semburan lumpur panas itu berpusat di Kecamatan Porong.  Berjarak sekira 12 kilometer sebelah selatan Kota Sidoarjo. Lokasi ini adalah kawasan pemukiman padat penduduk serta salah satu area industri utama di Jawa Timur. Kerugian akibat semburan lumpur tersebut, teramat besar. Sejumlah ruas jalan raya,  jalan tol, dan jalur kereta api juga turut terdampak.

    Informasi dihimpun, setelah musibah tahun 2006 lalu, kini  membentuk pulau baru. Terbentuk dari endapan lumpur hasil buangan ke Sungai Porong, Sidoarjo. Disebut Pulau Lusi oleh warga setempat, daratan baru ini memiliki luas sekitar 93,4 Hektare.

    Baca Lainnya :

      Sementara, rilis yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (31/5/2020) dalam Webinar tersebut, PPSDM Migas mendatangkan para ahli  yang kompeten untuk mengupas tuntas dan berdiskusi mengenai apa yang terjadi selama ini.

      Adapun Kepala BPSDM ESDM, Wiratmaja Puja sebagai Keynote Speaker, kemudian Assistant Professor ITB Dr. Bonar Marbun, sebagai Moderator. Kemudian narasumber yang hadir pada diskusi virtual kali ini adalah Dosen ITS Dr. Amin Widodo, Dosen Trisakti  Dr. Burhanuddin Nur,  dan Vice President Operation Minarak Brantas Gas Christanto Budi Santosa.

      Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim, saat membuka webinar menyampaikan harapannya diskusi itu bisa memberi sumbangsih pemikiran dan solusi untuk Indonesia yang lebih maju.

      Paparan diskusi diawali oleh Dosen Trisakti   Dr. Burhanuddin Nur yang menjelaskan tentang lapisan-lapisan tanah yang berada di Pulau Jawa. Dilanjutkan, oleh Dr. Amin Widodo dan Crhistanto Budi Santoso.

      “Masyarakat jangan hanya dijadikan objek atau penonton saja tanpa tahu apa dan bagaiamana yang terjadi kedepannya. Jadikan masyrakat kita sebagai subjek, yakinlah bahwa mereka bisa diajak bekerja sama," ujar  osen ITS Dr. Amin Widodo.

      Adapun Vice President Operation Minarak Brantas Gas Christanto Budi Santosa, menyampaikan terima kasihnya karena dengan bantuan para narasumber.

      "Minarak Brantas Gas telah berhasil melalui masa -masa sulitnya dan berharap kedepan kegiatan operasi Minaraka Brantas Gas akan lebih baik dan lebih aman," ujar Christanto Budi Santosa.(adv/ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more