PPSDM Migas Tingkatkan Pendidikan Vokasi Mahasiswa Indonesia Sektor K3

Senin, 03 Mei 2021, Dibaca : 188 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Mahasiswa dari universitas di Indonesia mendapat pelatihan K3 dari PPSDM Migas dalam peningkatan pendidikan vokasi.


SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - Sebagai bentuk perhatian pendidikan vokasi di Indonesia, PPSDM Migas membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk ikut serta dalam pelatihan dan sertifikasi  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Program terbuka ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. 

Selama tiga hari dimulai hari Senin (26/4/2021) sampai Rabu (28/4/2021), mereka mengikuti pelatihan. Peserta mendapatkan materi berupa Dasar K3, Chemistry of Fire and Fire Fighting Technique, Peraturan K3, Hand Fire Extinguisher, Hose Connection, Alat Pelingdung Diri (APD), Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), dan Instrument Safety.

Baca Lainnya :

    Pengajar dalam pelatihanAdi Purnomo,  menjelaskan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali pengetahuan kepada peserta tentang teori dan praktik  K3. Sehingga peserta mampu memahami peraturan dan Perundang-undangan K3 yang berlaku, dasar-dasar K3, jenis alat pelindung diri dan cara-cara penggunaannya, melakukan identifkasi bahaya dalam usaha mencegah kecelakaan akibat kerja.

    “Pesarta diharapkan mampu untuk memahami teori dan praktik tentang K3 dan peserta mampu memahami peraturan perundang-undangan tentang K3 dan bisa menerapkan alat-alat pelindung diri," ujar Adi.

    Baca Lainnya :

      Untuk dieketahui, dalam keterangan tertulis yang diterima suarabanyuurip.com, menyebutkan, minyak dan gas bumi menjadi salah satu sumber daya alam yang berpotensi tinggi dalam dunia industri dan poros pembangunan bangsa. 

      Kondisi industri ini turut mendukung dan menuntut pertumbuhan SDM yang cakap dan profesional, serta kegiatan industri migas memiliki risiko dan bahaya yang tinggi mulai dari proses eksplorasi, dan proses distribusi.

      Sehingga dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang mengintai setiap pekerja di bidang migas. Dengan demikian pengetahuan tentang K3 migas harus dimiliki seorang pekerja ketika menjadi salah satu pekerja di industri minyak dan gas.

      Tingkat kecelakaan kerja serta ancaman keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia masih tinggi. Setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang korban fatal dengan kerugian 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau sebesar Rp 280 triliun. 

      Sebagai perbandingan, pikiran-rakyat.com, berdasarkan laporan International Labour Organization (ILO), setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal sekira 6.000 kasus.

      Oleh karena itu, seluruh pihak harus melakukan upaya dan kerja keras agar penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di setiap jenis kegiatan usaha dan berbagai kegiatan masyarakat dapat menekan angka kecelakaan kerja.

      Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia industri lebih banyak menggunakan peralatan yang canggih. 

      "Dampaknya, potensi bahaya bagi pekerja juga ikut meningkat. Apabila tidak dilakukan pengendalian sebaik mungkin, makin besar pula potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat ditimbulkan," ungkap Adi.(adv/ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more