Prioritaskan Pembangunan Irigasi Pertanian

Kamis, 24 Januari 2013, Dibaca : 1143 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Kondisi Waduk di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Bangunan waduk itu retak bahkan mengalami pendangkalan. Jika itu dibiarkan akan berdampak pada merosotnya produksi pertanian di Lamongan yang menjadi salah satu lumbung padi Jawa Timur.

Waduk yang mulai mengalami kerusakan itu adalah Waduk Gondang di Kecamatan Kedungprimpen dan Prijetan di Kecamatan Karanggeneng. Dua waduk besar mengalami kerusakan hingga 35 persen.

Baca Lainnya :

    Untuk Waduk Gondang kerusakannya terjadi retak-retak dan pendangkalan. Waduk ini memiliki panjang keseluruhan 80.075 meter. Waduk Gondang merupakan jaringan irigasi primer, tersier, sekunder. Kerusakan waduk Gondang diperkirakan rusak ringan 20 persen dan rusak berat 15 persen.

    Sedang Waduk Prijetan memilki jaringan irgasi sepanjang 164.676 meter. Kondisi rusak ringan 20 persen dan kondisi rusak berat 20 persen. Belum lagi dengan waduk-waduk kecil lainnnya yang tersebar di 27 kecamatan yang juga mulai mengalami kerusakan.

    Baca Lainnya :

      “Kita akan prioritas perbaikan waduk-waduk itu tahun 2013 ini. Karena bidang pertanian merupakan sektor utama disini,” kata Kepala Bagian Humas dan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pemerintah Kabupaten Lamongan, Muhammad Zamroni tanpa menyebut berapa besaran anggaran yang disiapkan.

      Dia menerangkan, selain memfokuskan perbaikan irigasi, Pemkab Lamongan juga akan melakukan pembelian alat panen multifungsi yang diberikan kepada kelompok tani sebagai bagian dari modernisasi pertanian.

      “Kita juga telah menganggarkan dana untuk pembelian eskavator guna mengeruk waduk-waduk dan embung di sini,” ungkap Zamroni.

      Zamroni menambahkan, Pemkab Lamongan tahun ini juga akan merehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) untuk meningkatkan produksi 2.800 hektar lahan pertanian.(tok)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more