Proyek Gas JTB Memasuki Tahap Penyelesaian

Kamis, 14 Oktober 2021, Dibaca : 548 x Editor : nugroho

Dok. Rekind
TERUS DIKEBUT : Proyek EPC - GPF JTB yang dikerjakan PT Rekind memasuki tahap penyelesaian.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pekerjaan di proyek gas processing facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dilaksanakan PT Rekayasa Industri (Rekind) memasuki tahap penyelesaian. Progress Engineering, Procurement, Construction dan Commissioning (EPCC) telah mencapai 94, 24 % hingga 25 September 2021. Sementara progres konstruksi mencapai 91, 45%.

Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin menyampaikan, sejumlah pekerjaan di proyek GPF JTB yang memasuki tahap penyelesaian adalah steel structure, road pavement and drainage, pipa underground, pipa aboveground, electrical instrument & telkom, dan penyelesaian mechanical.

Baca Lainnya :

    Sedangkan pekerjaan di proyek GPF JTB yang sedang berlangsung, lanjut dia, painting pipa aboveground, pemasangan pipa support, HVAC & fire fighting, painting and insulation pipe aboveground, gathering line pipe, dan pre- commissioning & commissioning eletrical powe generation, mechanical and piping.

    Zainal menjelaskan pekerjaan pre- commissioning & commissioning eletrical power generation, mechanical and piping ini meliputi boiler & firring, GTG loas test, buyback wet test sertifikat migas, SAT HP flare, SS3 power in, dan fuel gas heater commissioning.

    Baca Lainnya :

      "Beberapa hari lalu kami telah berhasil melakukan ujicoba buyback gas. Tahapan ini memiliki korelasi kuat untuk menentukan keberhasilan tahapan strategis lainnya di proyek JTB," tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (14/10/2021).

      Menurut Zainal prestasi lain yang patut dibanggakan adalah capaian kesehatan dan keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE). Keselamatan kerja di proyek gas JTB telah mencatat pencapaian 35. 366. 440 jam kerja aman tanpa terjadi kecelakaan (lose time injury).

      "Alhamdulillah ini prestasi luar biasa yang harus dibanggakan oleh semua pekerja yang ada di JTB," tandas pria yang tinggal di Kabupaten Tuban, Jatim ini.

      Zainal mengungkapkan, keberadaan proyek rekayasa pengadaan dan konstruksi (EPC) GPF JTB telah memberikan peluang kerja dan usaha bagi warga lokal. Tercatat, hingga periode September 2021, jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 5.626 orang, baik tenaga kerja (Naker) skill, semi skill dan unskill.

      Dari jumlah naker itu, kata Zainal, sebanyak 1.544 orang (27%) dari warga sekitar lokasi proyek, 2.091 orang lokal (37%) dari 200 desa di Kabupaten Bojonegoro, dan sisanya 1.991 orang (35%) non lokal atau dari luar kabupaten. Para naker ini bekerja di 31 perusahaan yang terlibat di proyek GPF JTB.

      "Ini sudah menjadi komitmen kami sejak awal untuk memberdayakan warga dan pengusaha lokal di proyek GPF JTB," tegasnya.

      Oleh karena itu, pihaknya meluruskan bahwa tidak ada keterlambatan pembayaran gaji kepada pekerja proyek Gas JTB selama tiga sampai empat bulan. Keterlambatan gaji pekerja proyek dikarenakan pencairan penagihan oleh subkontraktor membutuhkan proses dan kelengkapan administrasi.

      "Kalau terlambat tiga sampai empat bulan, itu tidak benar. Semua tagihan yang masuk harus dilakukan proses dan tahapan verifikasi. Jadi tidak bisa tagihan masuk langsung satu dua hari dibayar," pungkas Zainal.

      Untuk diketahui, JTB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Proyek in diharapkan akan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia dengan perkiraan rampung sesuai jadwal pada Q4 2021.

      Produksi gas JTB akan mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) yang 100 MMSCFD nya telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more