PT KAI Daop 8 Siap Dukung Pembangunan Kilang Minyak Tuban

Selasa, 08 Juni 2021, Dibaca : 376 x Editor : samian

dok SBU
Dirut Pertamina Nicke Widyawati saat menyampaikan progress pembangunan Kilang Tuban kepada Menhub Budi Karya.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya siap mendukung pembangunan proyek strategis nasional (PSN) kilang minyak baru atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur. PSN tersebut membutuhkan dukungan jalur rel kereta api (KA) untuk akses distribusi produk bervolume tinggi secara berkelanjutan.

Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, bahwa pada intinya PT KAI pasti mensupport (mendukung) PSN tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan perihal data teknis tentang jalur kereta api yang rencananya akan direaktifasi.

Baca Lainnya :

    "Kami masih menunggu hasil FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan, yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, dimana melibatkan pihak pemrakarsa dan pihak terkait. Tetapi intinya, PT KAI pasti support," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (08/06/2021).

    Rencana reaktivasi jalur rel KA yang dibutukan guna mendukung pembangunan kilang minyak baru Tuban tersebut ditanggapi positif oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Gunadi. Kendati, pihaknya mengaku tidak hanya memikirkan jalur KA untuk kebutuhan kilang minyak Tuban saja, tetapi lebih pada kebutuhan secara umum, baik untuk kilang Tuban maupun untuk kebutuhan yang lain.

    Baca Lainnya :

      "Saat ini kan belum diputuskan, masih dalam survei, investigasi dan rancangan dasar. Termasuk apakah itu hanya reaktifasi (Tuban-Babat) atau termasuk pembangunan alternatif jalur baru (Semarang-Rembang-Tuban) atau alternatif lain," terangnya.

      Ditambahkan, mengenai infrastruktur tersebut tergantung policy (kebijakan) Pemerintah Pusat (Kementerian Perhubungan). Gunadi berharap kebutuhan akan fasilitas jalan tol dan jalur kereta tercukupi, syukur-syukur ada pembangunan jalur baru KA Semarang-Rembang-Tuban-Babat.

      "Bukan reaktifasi jalur lama yang di tengah kota (yang sepertinya sudah tidak layak) tetapi ada solusi dengan membuat jalur baru yang tidak melewati tengah kota," pungkas Gunadi.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more