PT PP Diminta Segera Temui Kontraktor Lokal

Sabtu, 20 Februari 2016, Dibaca : 4900 x Editor : samian

dok SBU
Sekretaris LSM PKPAN, Moch Lahir


SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy 

Bojonegoro – Kontraktor pemenang tender proyek Gas Unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB), PT. Pembangunan Perumahan (PP) diminta untuk segera menemui para kontraktor lokal yang ada di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris LSM Pantau Kinerja Pengguna Anggaran dan Aset Negara (PKPAN), Moch Lahir, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (20/2/2016).

Baca Lainnya :

    Dia menjelaskan, PT PP selaku pemenang tender proyek Gas J-TB diminta untuk segera mengumpulkan atau menemui kontraktor lokal yang ada di Kecamatan Ngasem tersebut dikandung masud untuk mengantisipasi agar dalam beraktivitas nanti tidak terjadi gejolak, dan tentunya bisa berjalan lancar sesuai harapan.

    “Tujuan saya baik, sebelum beraktivitas ajaklah mereka duduk satu meja untuk berembuk keterlibatannya seperti apa, termasuk juga warga nantinya,” ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Warga Desa Kolong, Kecamatan Ngasem ini menuturkan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal tentu sudah jelas agar PP harus melibatkan warga lokal utamanya adalah warga Ngasem sesuai dengan keahlihannya masing-masing.

      “Saya sebagai warga Ngasem tidak menginginkan adanya proyek J-TB menjadikan sebab antar teman yang semula baik menjadi renggang karena adanya saling menelikung atau seudzon yang berdampak pada kekeruhan,” tuturnya.

      Dia berharap, agar PT PP tidak hanya memperioritaskan satu atau dua perusahaan lokal saja, tetapi juga harus merangkul semua perusahaan lokal sekitar secara keseluruhan. Mengingat, puluhan warga Ngasem yang telah memiliki CV ataupun PT. Bahkan, mereka juga ada yang pernah mengenyam pengalaman di proyek Engineering Procuremen, and Construktion (EPC) Banyuurip, Blok Cepu. Salah satunya adalah CV Putra Mandiri (PM) yang juga dimiliki oleh warga Ngasem.

      “Setahu saya CV PM ini pernah terlibat dalam proyek Blok Cepu di EPC-5. Intinya, PT PP segeralah duduk satu meja untuk membahas keterlibatan mereka. Caranya, kumpulkan mereka melalui Pemerintah Kecamatan Ngasem untuk melakukan musyawarah,” imbuhnya memberikan solusi.

      “Saya memprediksi, dan yakin kalau PT PP hanya memperhatikan satu atau dua kontraktor lokal saja gejolak sosial pasti akan muncul. Sebab lokasi proyek J-TB berada di wilayah Kecamatan Ngasem,” tutupnya. (Roz/ko)

       

       


Show more