Puluhan Tahun Jalan Menuju Gedung Diklat Bojonegoro Dibiarkan Rusak

Senin, 12 Oktober 2020, Dibaca : 1771 x Editor : nugroho

d suko nugroho
LICIN : Salah satu titik kerusakan jalan menuju Gedung Diklat Bojonegoro di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Jalan menuju Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bojonegoro, Jawa Timur, rusak parah. Jalan tersebut masih berupa paving dan makadam.

Kerusakan terjadi mulai Waduk Leran-kolam pemancingan- di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander hingga Gedung Diklat. Panjangnya sekitar satu kilo meter. 

Baca Lainnya :

    Paving jalan sebagian lepas dan bergelombang membentuk kubangan air. Sehingga jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan pada saat turun hujan, khususnya pengendara motor. 

    "Sudah sepuluh tahun lebih jalannya rusak dan tidak pernah ada perbaikan. Kalau malam bahaya, karena tidak ada penerangan lampu," ujar Emi, warga Dusun Kedungrejo kepada suarabanyuurip.com, Senin (12/10/2020).

    Baca Lainnya :

      Selain menuju Gedung Diklat, jalan tersebut menjadi akses utama warga setempat karena menghubungkan Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. 

      "Ini jadi jalan utama warga. Banyak kendaraan roda empat lewat sini. Tapi mereka harus hati-hati, jika tidak gardan mobilnya tersangkut paving," timpal Wijianto, warga setempat. 

      Warga berharap Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera membangun jalan tersebut agar aktivitas mereka semakin lancar. Apalagi jalan tersebut menuju Gedung Diklat yang menjadi salah satu ikon Bojonegoro.

      "Masak gedung Diklatnya megah tapi akses jalannya rusak kayak gini. Kan orang jadi ogah kalau mau kesini," pungkasnya.

      Kepala Seksi Perencanaan Desa Ngumpakdalem, Syamsul Arifin menyampaikan jika jalan mulai Waduk Leran hingga menuju Gedung Diklat merupakan jalan desa. Namun, Pemdes belum bisa melakukan pembangunan karena keterbatasan anggaran.

      "Kalau APBDes kita difokuskan ke situ pembangunan lainnya nggak kebagian," ujarnya dikonfirmasi terpisah.

      Arifin mengungkapkan, pihak desa sudah berulangkali mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro. Bahkan, pada kisaran 2015 - 2016, pemdes telah mengajukan perubahan status jalan tersebut menjadi jalan kabupaten agar pembangunannya bisa dialakukan oleh Pemkab Bojonegoro. Namun sampai saat ini pengajuan tersebut tidak ada kabarnya. 

      "Awal-awal dulu ada rencana dibangun pemkab. Bahkan bupati sendiri sudah menginstruksikan kepada PU Bina Marga dan Tata Ruang untuk segera direspon. Tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya," tutur mantan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPBD) Ngumpakdalem itu.

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Bojonegoro, Retno Wulandari, mengatakan jalan rusak menuju Gedung Diklat itu merupakan jalan poros desa.  

      "Kami tidak ada kegiatan di lokasi tersebut pada tahun 2020 ini," pungkasnya.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more