Punya Risiko Besar, Lokasi Pengeboran Sumur Baru PAD C Sukowati Digeser ke Selatan

Senin, 21 Juni 2021, Dibaca : 818 x Editor : nugroho

dok/sbu
HEARING : Komisi B DPRD Bojonegoro rapat kerja dengan Pertamina EP Cepu Zona 11 bahas perkembangan migas Pad C Sukowati.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengembangan sumur baru PAD C Sukowati ditargetkan produksi tahun 2024 mendatang. Namun, lokasi pengeboran minyak digeser ke selatan. Sebab, lokasi lama yang diajukan berpotensi mempunyai risiko besar.

"Lokasinya tetap di Banjarsari. Akan tetapi setelah dianalisis mempunyai risiko besar jika tidak digeser agak ke selatan," kata Ahmad Setiadi Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11.

Baca Lainnya :

    Lokasi awal yang ditentukan oleh perusahaan lama yakni Joint Operation Body (JOB) Pertamina Petrochina East Java (PPEJ) titik pengeboran telah diubah. Sebab, setelah dianalisis berpontesi mempunyai risiko berupa patahan besar yang harus dilalui.

    Selain berisiko untuk operasional juga berisiko bagi warga yang di kota Bojonegoro. Posisi pengeboran, kata dia, miring dari utara ngebor ke selatan dan potensi minyak tepat di bawah alun-alun Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      "Dari situ, kami meminimalisir risiko dan memaksimalkan supaya dapat untung tapi tidak membahayakan warga kota Bojonegoro," kata Ahmad Senin, (21/6/2021).

      Karena itu, dia melanjutkan, harus menganalisis ulang lokasi pengeboran. Pertamina EP Cepu Zona 11 sudah berusaha semaksimal mungkin karena semua ahli di Jakarta menyatakan pengeboran harus digeser.

      "Yakni dengan menggeser agak ke selatan lokasi baru sekitar beberapa ratus meter," ungkapnya saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro.

      Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kusharyanto mengatakan, semua progres yang dilakukan Pertamina EP Cepu Zona 11 sudah pada titik perizinan dan kesesuaian lokasi. Yakni untuk target produksi direncanakan 2023 atau 2024 mendatang.

      "Untuk kendala yang harus diperhitungkan tukar guling tanah, jadi semua pihak harus membatu," katanya.

      Untuk diketahui, cadangan minyak di bawah alun-alun Bojonegoro yang akan dibor dari Banjarsari mencapai 1 sampai 3 juta barel. Akan tetapi ini tidak bisa diserap semua. Sebab, yang bisa dinikmati hanya 500 ribu sampai 1,5 juta barel.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more