Putus Mata Rantai Corona, Forpimka Gayam Berlakukan Physical Distancing

Minggu, 05 April 2020, Dibaca : 371 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
CEGAH CORONA : Forpimka Gayam berlakukan kawasan tertib Physical Distancing guna menekan sebaran virus covid-19.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berupaya menekan penyebaran virus corona atau covid-19 agar tidak meluas. Tak hanya melakukan penyemprotan disinfektan saja.

Namun guna memutus mata rantai virus ganas mematikan tersebut juga memberlakukan kawasan Physical Distancing atau kawasan bebas dari Lalu Lintas dan orang sejak akhir Maret 2020 mulai sekitar pukul 21:00 hingga 00:00 WIB.

Baca Lainnya :

    Pemberlakuan Kawasan Physical Distancing ini difokuskan pada poros Kecamatan Gayam-Kalitidu, yaitu mulai perbatasan Desa Katur, Kecamatan Gayam dengan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, hingga pertigaan Dusun Gledegan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Selain itu juga jalan khusus proyek lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

    "Bukan tidak boleh dilewati namun sebagai kawasan tertib physical distancing. Ini kita buat dan sudah berlaku sejak 30 Maret dan sewaktu waktu kita cek perkembangan di lapangan," kata Kapolsek Gayam AKP Harjo, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (4/4/2020) malam.

    Baca Lainnya :

      AKP Harjo menjelaskan, pemberlakuan physical distancing di sekitar lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, maupun JTB ini untuk menjalankan himbauan pemerintah dan berdasarkan maklumat Kapolri dalam penanganan kedaruratan Covid 19.

      "Hal ini dibuat demi untuk keselamatan masyarakat dan kita semua," tandasnya.

      Kegiatan patroli bersama TNI, Satpol PP, perangkat desa, terus dilaksanakan. Mulai di titik perempatan ROW atau jalur khusus proyek JTB agar aktivitas pekerja project tetap lancar, dan pengguna jalan lainnya. Untuk menjaga aspek sosial dan keamanan, pastinya selalu berkoordinasi dengan perusahaan yang terlibat di proyek Gas JTB.

      "Kami selalu koordinasi dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC), PT. Rekayasa Industri (Rekind), Pemerintah Desa (Pemdes). Tujuannya agar berjalan lancar sesuai harapan bersama," ucap pria asli Bojonegoro ini.

      Pria humanis ini berharap, seluruh elemen baik pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kesadaran individu dalam penanganan Covid-19 ini, karena tanpa kesadaran semua pihak tak akan bisa terwujud dan berjalan dengan baik.

      Sekali lagi ditegaskan, bahwa apa yang telah dilakukan Forpimka tetap berpedoman, dan arahan Pemerintah, Maklumat Kapolri, Forkopimda Provinsi, Forkopimda Bojonegoro, agar tidak salah melangkah di lapangan.

      "Hal ini dilakukan guna mengedepankan sopan santun dan humanis tentunya," pungkasnya.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more