Rasakan Dampak Positif dari Proyek Gas JTB

Sabtu, 20 Februari 2021, Dibaca : 594 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Terlepas dari segi kekurangan, keberadaan proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah memberikan dampak positif bagi warga sekitar operasi.

Diantaranya adanya keterlibatan warga masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja (naker). Tak hanya itu, termasuk juga berdirinya puluhan warung makanan dan minuman (Mamin) sekitar area projec.

Baca Lainnya :

    "Alhamdulillah saya bisa menjadi naker di proyek GPF JTB sebagai driver. Jadi bisa mendapatkan penghasilan, selain dari hasil pertanian," ujar Nurhendra, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (20/02/2021).

    Terpisah penjual Es Tebu, Edi Purnomo, mengaku, keberadaan proyek Gas JTB tentu terdapat segi positifnya yang dirasakan. Karena dapat membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Baik menjadi naker sesuai keahliannya masing-masing, maupun buka usaha warung Mamin.

    Baca Lainnya :

      "Kalau mau ada niat usaha tentu ada rezeki yang didapat dari para tenaga kerja. Meski hanya sebagai penjual mamin," kata Edi.

      Warga Desa Bandungrejo ini menyampaikan, membuka usaha jual es tebu dan kopi sekitar proyek Gas JTB sejak 2018 hingga sekarang. Dengan hasil yang didapat cukup buat kebutuhan keluarga setiap harinya.

      Dibanding setahun lalu, kata Edi, hasil yang diperoleh ada penurunan. Dari semula mampu meraup Rp. 300.000 lebih sehari, sekarang rata-rata tinggal Rp. 150.000 sehari belum dipotong modal.

      "Faktornya selain karena cuaca kurang bersahabat, juga karena banyak yang sudah membuka warung Mamin. Tapi berapapun hasil yang saya dapat tetap tak syukuri saja. Terpenting tidak rugi, dan ada masukan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari," pungkasnya.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more