Realisasi PBB-P2 Wilayah Blok Cepu di Bawah 50%

Minggu, 09 Agustus 2020, Dibaca : 212 x Editor : nugroho

dok/sbu
Camat Gayam Agus Hariyana.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Realisasi pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih rendah. Hingga Agustus 2020, rerata capaian PBB-P2 desa-desa di wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di bawah 50%.

"Baru Mojodelik yang lunas 100%. Lainnya belum ada 50%. Bahkan ada yang baru 20%," ujar Camat Gayam, Agus Hariana kepada suarabanyuurip.com, Minggu (9/8/2020).

Baca Lainnya :

    Target PBB-P2 wilayah Gayam sebesar Rp1,68 miliar lebih dari 12 desa. Yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Begadon, Ringintunggal, Katur, Beged, Ngraho, Sudu, Manukan, dan Cengungklung.

    Menurut Agus, masih rendahnya realisasi PBB-P2 di wilayahnya disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya ada wajib pajak yang merupakan spekulan tanah berdomisi di Jakarta. Wajib pajak ini memiliki sejumlah bidang tanah di beberapa desa di wilayah Kecamatan Gayam.

    Baca Lainnya :

      "Wajib pajak ini sejak 2016 belum membayar. Kita sudah laporkan ke Bapenda Bojonegoro, dan sekarang mereka yang menangani," ujarnya.

      Penyebab lain rendahnya capaian pembayaran PBB-2B, lanjut Agus, akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Sehingga perangkat desa belum maksimal melakukan penagihan. 

      Agus mengaku sudah meminta kepada desa-desa memaksimalkan penagihan PBB-P2, meskipun sekarang ini masih pandemi. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

      "Karena ini sudah menjadi tugas jadi harus tetap dilaksanakan. Sebab uang pajak ini akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Jika pembayaran macet, pembangunan juga akan tersendat,"  tutur mantan Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro itu.

      Agus mengungkapkan, sebenarnya kesadaran wajib pajak untuk membayar PBB-2B sudah cukup tinggi. 

      "Kalau wajib pajak kesadarannya sudah tinggi. Masalahnya di petugas penarik pajak," tegasnya. 

      Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil melunasi  PBB-2B minimal 80% pada Agustus ini.  

      "Akan kita beri semacam hadiah. Ini untuk mendorong desa-desa agar lebih maksimal melakukan penagihan," pungkasnya. 

      Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti menyampaikan realisasi PBB-2B hingga Juli 2020 lalu, masih jauh di bawah target. Dari target sebesar Rp41,4 miliar, baru terealisasi Rp12,7 miliar.

      Ibnoe mengakui telah memberikan kelonggaran target pembayaran PBB-P2 akibat pandemi virus corona. Pembayaran yang biasanya dilaksanakan Agustus, diundur sampai Desember 2020.

      "Namun begitu kami terus mendorong kecamatan-kecamatan agar desa-desa di wilayahnya memaksimalkan penagihan," pungkas mantan Camat Gondang itu.(suko)




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more