Rekind Respon Aksi Unras Damai Forkomas Ba-Ja

Selasa, 28 Juli 2020, Dibaca : 1002 x Editor : samian

Samian Sasongko
MEDIASI : Site Manager PT Rekind Zainal Arifin, saat menanggapi atas tuntutan yang diusung terhadap perwakilan Forkomas Ba-Ja.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) merespon aksi unjuk rasa (Unras) damai Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip Jambaran (Forkomas Ba-Ja). Dengan dilakukan mediasi di Polsek Gayam, Polres Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (28/7/2020).

"Mediasi ini dilakukan sebagai bentuk respon Rekind terkait adanya aksi unras damai dari Forkomas Ba-Ja," kata Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com usai mediasi.

Baca Lainnya :

    Dijelaskan, terkait Outstanding Invoice YIN Row Pipeline & YIN Undeground, Manajemen YIN Row Pipeline & YIN Undeground sudah mengajukan surat pengajuan permintaan dana senilai tunggakan invoice YIN ke vendor lokal ke Manajemen Rekind.

    "Saat ini Manajemen Rekind sedang
    mengusahakan dana yang diperlukan YIN sesuai pengajuan surat (dana talangan)," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Kemudian terkait pembayaran Outstanding Invoice YIN Row Pipeline & YIN Undeground ke vendor lokal akan dilakukan secara parsial dari 31 Juli 2020 dan paling lambat tanggal 15 Agustus 2020. Sedangkan berkaitan rekrutmen tenaga kerja lokal, Rekind akan meninjau kembali sesuai kebutuhan kontraktor di
      lapangan.

      "Sedangkan terkait dengan permintaan Humas dari salah satu warga lokal, Rekind menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan terkait sesuai kebutuhan dan kemampuan," pungkasnya.

      Mediasi dihadiri oleh Site Manager Rekind Zainal Arifin, Chief Comdev Rekind Andriansyah KP, Security Coordinator Rekind Erik Kristiyan, Tokoh Masyarakat Khumaidi, Kasat Intel Polres Bojonegoro AKP Beni Ulang Setyawan, Anggota Polsek Gayam, dan Perwakilan Forkomas-Baja Edi Puryanto.

      Diberitakan sebelumnya ada lima tuntutan yang diusung Forkomas Ba-Ja dalam aksinya. Yakni meminta Rekind melaksanakan swab test ke seluruh pekerja JBT, bertanggungjawab atas terlambatnya pembayaran tagihan vendor lokal,  menerapkan intruksi Menteri BUMN, bahwa proyek senilai 14 miliyar ke bawah harus diserahkan ke UMKM dan Kontraktor Lokal.

      Kemudian meminta adanya perombakan manajemen karena disinyalir banyak permainan dan titipan, serta harus betul-betul memberdayakan dan memperhatikan pengembangan ekonomi lokal dan tidak ada dimonopoli.

      "Sebagai warga terdampak kami juga berhak menikmati 'roti' proyek JTB. Bukan menjadi penonton di daerah sendiri," tandas Pak Ed.

      Sebelumnya, Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin menyampaikan telah melaksanakan rapid tes massal terhadap 4.200 pekerja proyek Gas JTB untuk mendeteksi dini sebaran virus corona agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

      "Kita juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat dan disiplin sesuai imbauan pemerintah," tegas Zainal.

      Selain itu, PT Rekind telah melibatkan kontraktor dan warga lokal sekitar proyek Gas JTB, secara maksimal.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more