Rektor Unugiri, Ridwan : Masa Sulit, Pemimpin Bojonegoro Harus Harmonis

Sabtu, 23 Januari 2021, Dibaca : 320 x Editor : samian

Ist/Joko Kuncoro
ANTUSIAS : Para peserta antusias mengikuti sarasehan yang digelar GP Ansor dengan Ketua DPRD Bojonegoro, dan Rektor Unugiri.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pandemi Covid-19 di Bojonegoro masih melanda. Untuk mengatasi hal tersebut, pemimpin Bojonegoro harus harmonis dan saling membahu dalam melaksanakan program pembangunan.

Demikian disampaikan Rektor Unugiri, Ridwan Hambali, saat menjadi narasumber dalam sarasehan yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (23/01/2021) di Aula PCNU.

Baca Lainnya :

    “Kita semua harus mengambil inspirasi Rosul dalam masa awal memimpin kota Madinah. Kostitusi awal yang dibuat adalah Piagam Madinah. Agar Madinah atau Yasrib tidak lagi menjadi kota rawan konflik akibat banyaknya kepentingan antar suku,” terang Ridwan dalam surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com.

    Berdasar hal itu, lanjutnya, pemimpin Bojonegoro harus saling memahami fungsi dan tugasnya. Agar visi-misi bersama yang dirumuskan dalam dokumen pembangunan daerah tetap bisa diperjuangkan dengan anggaran yang ada.

    Baca Lainnya :

      "Tidak ada waktu untuk tumpang tindih dan berselisih faham. Saya kira apa yang dilakukan Bupati sudah tepat dengan menggarap kebutuhan dasar masyarakat,” tegas pria yang juga anggota Dewan Pendidikan Bojonegoro itu.

      Sementara Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin, saat ditanya peserta dari Sukosewu tentang apa yang terjadi dalam tubuh eksekutif dalam menjalankan pemerintahan menjawab secara diplomatis.

      Politisi asal Tambakrejo ini mengungkapkan, selama ini hubungan eksekutif dan legislatif harmonis. Seluruh kebijakan dapat disepakati bersama.

      “Saya tidak mau tahu soal rumah tangga eksekutif, ada masalah pribadi apa. Yang jelas, fungsi legislasi sudah kami jalankan dengan baik,” elaknya saat memberi jawaban.

      Disisi lain, Joko Hadi Purnomo, Direktur IDFoS Indonesia yang juga menjadi narasumber, menerangkan, saat pandemi sekarang ini indikator kesejahteraan pasti menurun. Meski saat ini, Nilai Tukar Petani (NTP) di Bojonegoro tergolong tinggi.

      “Pembangungan dan sektor pendidikan  baik. Tetapi ruang interaksi antar warga sebagai media aspirasi harus tercipta dengan baik, agar pemerintah dapat menerbitkan kebijakan dengan tepat,” terang pria yang juga akademisi dari IAI Alhikmah Tuban.

      Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mustakim menyatakan, sarasehan ini berangkat dari kegelisahan kader pemuda NU atas ketidakharmonisan kepemimpinan di tengah pandemi. Sehingga muncul kekhawatiran berdampak percepatan pembangunan daerah yang sudah termaktub dalam RPJMD.
      Selain itu, hasil diskusi menjadi tawaran solusi menghadapi masa sulit kepemimpinan di masa pandemi.

      ‘’Ini bagian dari kontribusi Ansor untuk pembangunan Bojonegoro,’’ tuturnya. (jk)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more