Rencana Pengembangan Sumur Banyu Urip, Pemdes Mojodelik Belum Terima Pemberitahuan

Jum'at, 21 Januari 2022, Dibaca : 895 x Editor : nugroho

dok.sbu
Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum menerima pemberitahuan rencana pengembangan sumur baru di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Sebagai desa terdampak langsung, Pemdes Mojodelik meminta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) segera melakukan sosialisasi ke warga jika ada pengembangan sumur baru.

Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu mengatakan, hingga kini belum mengetahui rencana akan ada pengeboran sumur baru di Lapangan Banyu Urip. Pemdes Mojodelik juga belum menerima pemberitahuan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Baca Lainnya :

    "Pengembangan sumur baru di Lapangan Banyu Urip ini adalah project milik negara tentu harus dilakukan," katanya, Kamis (20/1/2022).

    Namun, pengembangan sumur baru ini dampak yang diterima masyarakat juga harus diperhatikan. Sebab, seperti pengeboran sumur yang dilakukan sebelumnya sempat menimbulkan bau, suhu panas, dan suara gemuruh yang mengganggu masyarakat.

    Baca Lainnya :

      "Jadi harus dipikirkan juga masyarakat. Jangan seperti yang sudah-sudah menimbulkan bau, suara gemuruh, panas, dari kegiatan itu sangat menganggu. Tapi tidak ada imbal balik atau pemberdayaan masyarakat terdampak," jelasnya.

      Menurut dia, adanya aktivitas pengembangan sumur baru ini juga harus melibatkan masyarakat. Misalnya, seperti melakukan sosialisasi ke desa dan masyarakat,  dan pemberdayaan tenaga kerja yang mengutamakan warga terdampak.

      "Juga EMCL lebih bisa mendekatkan ke masyarakat dan peka yang dibutuhkan masyarakat. Serta program CSR mengutamakan desa terdampak," katanya.

      Sementara itu, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Bojonegoro yang berencana berinvestasi pengembangan tujuh sumur minyak di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Rencananya, usulan itu akan disampaikan di rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan Nlnilai investasi sekitar Rp 135 miliar, yang terbagi empat tahun kedepan.

      "Pengembangan tujuh sumur lokasinya masih sama yakni di Lapangan Banyuurip," kata Lalu. M Syahril Majidi, Presiden Direktur PT ADS.

      Dia mengatakan, jika usulan ini disahkan tentu pihaknya sebagai pengelola akan menanggung investasinya. Besaran investasinya, sekitar Rp 135 miliar akan dibagi selama empat tahun kedepan hingga 2024 mendatang.

      "Tahun ini investasi awal sebesar Rp 11 miliar.  Selanjutnya pada tahap kedua Rp 40 miliar, dan tahap ketiga mencapai Rp 60 miliar. Sementara untuk, sisanya akan diinvestasikan di 2024," katanya.(jk)


Show more