Reses Masa Sidang III, Konstituen Minta Sukur Rukunkan Wabup dan Bupati Bojonegoro

Jum'at, 22 Oktober 2021, Dibaca : 546 x Editor : nugroho

arifin jauhari
SERAP ASPIRASI : Sukur Priyanto menggelar Reses Masa Sidang III yang dihadiri konstituennya dari Dapil 1.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Juhari

Bojonegoro - Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, Sukur Priyanto dari Fraksi Partai Demokrat berhasil menyerap banyak aspirasi dari konstituen. Salah satunya meminta agar merukunkan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto dan Bupati Anna Mu'awanah.

Kegiatan reses masa sidang ke III Tahun 2021 tersebut digelar di salah satu cafe di Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Jum'at (22/10/2021). Dihadiri oleh puluhan konstituen Sukur Priyanto dari Dapil I, yaitu Bojonegoro, Kapas, Dander, dan Trucuk.

Baca Lainnya :

    Dalam reses, Sukur memaparkan fungsi lembaga DPRD dan fungsi reses dimana dipergunakan untuk menjaring, menyerap, dan menampung aspirasi konstituen. Serta fungsi pengawasan DPRD.

    "Saran dan masukan dari panjenengan semua, kami buat sebagai referensi," katanya dihadapan konstituen.

    Baca Lainnya :

      Pola dialog dalam tujuan menyerap aspirasi tersebut disambut antusias oleh konstituen. Sejumlah bahasan dikemukakan kepada Sukur Priyanto.

      Salah satu konstituen, Muntari asal Desa Kauman, meminta agar sektor pariwisata dapat mendorong warga mampu menonjolkan item khas Bojonegoro. Baik dari kuliner, atau produk budaya lainnya.

      Sedangkan konstituen lain, Novian asal Desa Sukorejo, membahas soal bantuan UMKM. Yang dinilai belum tepat pada sasaran.

      Dewi, asal Desa Leran menyorot perihal lokal branding, dan penerangan alun-alun yang terlihat kurang. Selain itu Dewi juga melihat infrastuktur yang baik tanpa didukung peningkatan sumber daya yang baik dikatakan sebagai omong kosong.

      Siswanto, memberikan sorotan pada perseteruan Wabup dan Bupati. Menurutnya, pejabat jika tidak rukun akan menghambat kemajuan.

      "Saya berharap Pak Sukur bisa merukunkan kedua pemimpin," pintanya.  

      Sementara, Mohammad Arif Wahyudi dari Desa Sembung, menilai Bojonegoro adalah kabupaten yang ironis, karena angka kemiskinannya masih tinggi. Padahal APBD-nya sangat tinggi. Selain itu juga tidak ada universitas di Bojonegoro yang setara dengan Yogyakarta dan Malang.

      "Perlu peningkatan SDM di bidang pendidikan Pak Sukur," harapnya.

      Sukur menanggapi bermacam usulan secara langsung, tetapi dikhususkan pada persoalan yang dinilai krusial ia berjanji dilanjutkan dibahas di kantor DPRD.

      "Untuk beberapa kebijakan yang kurang pas, saya kira kewajiban kita semua untuk mengingatkan," ujarnya.

      Terkait permintaan konstituen agar merukunkan Wabup dan Bupati, Sukur menyampaikan bahwa ia menghormati persolan yang telah masuk ke ranah hukum yang sedang dalam penanganan Aparat Penegak Hukum (APH).

      "Mudah-mudahan persoalan tersebut segera selesai, mari kita bersama-sama mendoakan," ucapnya.(fin)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more