Retno Wulansari Olah Salak Jadi Kuliner Unik, dari Brownies hingga Kukis

Kamis, 17 Juni 2021, Dibaca : 424 x Editor : nugroho

Joko Kuncoro
KREATIF : Retno Wulansari membuat aneka camilan mulai Brownies hingga Kukis yang terbuat dari Salak.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Camilan olahan salak kini sudah banyak ditemui di sejumlah outlet Bojonegoro, Jawa Timur. Hal ini seiring melimpahnya buah salak di Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Salah satunya hasil kreasi Retno Wulansari yang mengolah salahmenjadi tujuh macam camilan di antaranya kukis dan brownies salak.

Ide membuat olahan salak ini awalnya karena melimpahnya buah salak yang tumbuh di kebun di Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Banyaknya buah salak lantas membuat perempuan usia 32 tahun itu berpikir membuat inovasi makanan berbahan dasar salak.

Baca Lainnya :

    "Berawal adanya Festival Salak Wedi pada 2017 lalu. Festival salak itu yang pertama, akhirnya karena buah melimpah dan berinovasi membuat produk buah salak," ungkapnya, Kamis (17/6/2021).

    Ternyata produk camilan salak buatan milik Wulan ini banyak peminatnya. Sebab, ia memiliki tujuh pilihan camilan salak yang berbeda di antaranya kurma salak, asinan salak, setup salak, kukis salak, madumongso salak, brownies salak, hingga bubuk biji salak

    Baca Lainnya :

      "Banyak macamnya jadi proses pembuatannya juga beda," kata perempuan asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini.

      Karena Desa Wedi merupakan potensi dengan hasil pertanian kebun salak ia mencoba kerjasama. Yakni saat waktu panen raya membuat produk olahan agar konsumen tertarik. Namun, awalnya pada 2017 lalu belum mendapat produksi Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT) dan pemasarannya masih melalui media sosial.

      Setelah PIRT keluar ia mulai menitipkan produk olahan salak miliknya ke outlet hingga swalayan di Bojonegoro. Produknya ia berikan nama Shanum Salak yang memiliki arti anugerah dari Allah Desa Wedi memiliki kebun salak.

      Sedangkan, untuk produk utamanya adalah kurma salak. Setelah itu ia berinovasi membuat olahan salak lainnya seperti madumongso dan kukis salak. Harganya pun tentu berbeda mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu tergantung macam olahan yang dipilih.

      "Untuk omzet dari olahan salak ini Rp 5 hingga Rp 7 juta, akan tetapi pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan.

      Dia menambahkan, untuk rasa olahan buah salak ini tentu berbeda dari yang lainnya. Olahan salak ini masih menonjolkan rasa manis hingga asam.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more