Rig Pertama Buatan Indonesia di Blok Cepu

Rabu, 08 Mei 2013, Dibaca : 5665 x Editor : nugroho

dok/SuaraBanyuurip.com
PRODUK NASIONAL : Dua security saat berdiri disamping rig buatan anak Indonesia di sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu.


SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Pemboran 42 sumur Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu menggunakan rig bertekhnologi tinggi buatan Indonesia. Selain mampu membor sampai kedalaman 6000 meter, rig itu juga memiliki “quick skidding” yang dilengkapi semacam “robot” sehingga memungkinkan dapat “ berjalan” ke arah depan dan samping serta berpindah secara cepat dari satu titik pemboran ke pemboran lain.

Drilling Rigs itu sebelumnya dibangun oleh PT Citra Tubindo Engineering (CTE) di Kota Batam, Kepulauan Riau dan baru pertama kali dibangun di Indonesia. Pembuatan rig canggih itu untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

Baca Lainnya :

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, mengungkapkan, drilling rigs ini adalah satu-satunya buatan anak negeri dan baru pertama kali dioperasikan di Kabupaten Bojonegoro. Ada dua buah drilling rigs yang digunakan dipemboran sumur Banyuurip yakni Rig DS 8 dan DS 9.

    “Kita turut berbangga hati karena Rig ini buatan anak negeri yang membuktikan tidak kalah dengan negara lain,”tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Dia menjelaskan, pembangunan Drilling Rig ini merupakan kesempatan yang diberikan Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) sebagai pemilik rig DS-9 dan Atlatantic Oilfield Services (AOS) sebagai pemilik rig DS-8. Pembuatan rig itu dilakukan dalam 14 bulan melalui penerapan program alih-tekhnologi dengan beberapa Perusahaan Internasional seperti Lee C Moore,Lee Tourneau dan NOV.

      “Kedua Rig akan dioperasikan oleh Joint Oeration Pertamina Drilling Services Indonesia-Atlantic Oilfiled Services untuk meningkatkan produksi minyak yang sangat diperlukan bagi mendukung pembangunan nasional kita,” papar mantan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

      Rudi berharap, rig itu dapat dijadikan sebagai awal dari kebangkitan dan berkembangnya industri peralatan perminyakan dan gas dalam negeri guna mendukung industri migas Indonesia. (rien)


      Ada 2 komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

      agus, Senin, 13 Mei 2013 07:59
      waaaaow ada 2 satpam afdel dan temon,,satpam kok udah tua tua,,yg 1 krempyeng yg satuanya perut kyak gentong,,,,apa d bjn sudah gak ada satpam yg muda2 profesional,,,jgn marah ya itu kenyataan gambarnya kyak gtu,

      marjono, Rabu, 08 Mei 2013 16:52
      ririiiiinnnn..kemana sajaa?

Show more