Saifu Ali Penulis Produktif Asal Bojonegoro, Telah Terbitkan Dua Buku Fiksi

Sabtu, 13 Maret 2021, Dibaca : 375 x Editor : nugroho

Joko Kuncoro
PRODUKTIF : Saifu Ali menunjukan dua buku fiksi hasil karyanya.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro -  Saifu Ali punya keinginan besar bisa menulis semenjak menjadi mahasiswa. Waktu itu, ia mulai menulis cerita pendek pada 2010 lalu. Dia juga melahap banyak buku cerpen untuk melatih kemampuan menulis. Kini, ia telah menulis dua judul buku karya fiksi yang sudah diterbitkan.

Saifu sapaan akrabnya, telah menulis dua judul buku karya fiksi. Yakni, karya buku pertama berupa novel berjudul Wadon terbit 2017. Novel itu bercerita tentang semangat melanjutkan pendidikan. Buku Wadon ini, juga mengambil latar cerita di Bojonegoro untuk memperkenalkan tanah kelahiran.

Baca Lainnya :

    Sedangkan, untuk buku kedua berjudul Pengumpul Air Mata terbit pada 2020 lalu. Buku kedua ini, merupakan karya baru yakni kumpulan cerita pendek. Saifu mengambil judul Pengumpul Air Mata karena mengisahkan tentang kisah menyedihkan.

    "Awal menulis semenjak 2010 lalu, karena sudah memiliki hasrat ingin menulis. Namun, membaca dan menulis harus seimbang," ungkapnya, Kamis (11/3/2021).

    Baca Lainnya :

      Untuk menulis, kini ia sudah terbiasa. Bahkan, sekali duduk ia bisa menulis satu judul cerpen hingga enam lembar kertas. Namun, dalam menulis satu judul membutuhkan waktu hingga 4 jam. Sebab, ia harus menjalani kegiatan seperti mendampingi penulis-penulis muda.

      "Ya, saya juga menjadi pendamping di komunitas Akademi Penulis Fiksi. Selain itu juga menjadi guru ekstra jurnalistik di lembaga pendidikan," jelas lelaki asal Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Dalam menulis cerita pendek, Saifu tidak mengalami kesulitan karena sudah terbiasa. Namun, bagi pemula harus menyusun outline terlebih dahulu sebelum menulis. Sebab, cara tersebut untuk mempermudah untuk menulis cerpen.

      "Kalau saya ketika sudah memiliki ide, menemukan paragraf pertama, dan akhirannya sudah bisa menulis hingga selesai," ungkapnya.

      Novel Wadon cukup tebal yakni 285 halaman dan sudah dicetak sebanyak dua kali. Ia mengatakan, novel ini sudah tercetak sebanyak 200 eksemplar untuk cetakan pertama. Sedangkan, kumpulan cerita pendek dengan ketebalan 166 halaman dan pertama terbit.

      Lelaki alumni UIN Semarang itu, sejumlah karya cerpen miliknya juga pernah diterbitkan di media cetak. Seperti cerpen Kucing Perempuan terbit di Radar Surabaya, Pesona Kiai Mangku Langit di Radar Bojonegoro, dan Perkara Petir dan Kiai Bermain Golf di Lombok Post 2016 lalu.

      "Untuk sementara ini, kedepan punya keinginan menulis sejumlah novel," ungkapnya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more