Saksi Benarkan Ada Potongan Program Upsus Siwab

Rabu, 18 September 2019, Dibaca : 1214 x Editor : rozaqy

Ahmad Sampurno
DIPERIKSA : Para Saksi Diperiksa Kejati Blora dalam Kasus Upsus Siwab


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dalam pemeriksaan saksi dalam penyidikan kasus korupsi perkara tindak pidana korupsi pada program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2017 dan 2018. Di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.


Sebayak 70 orang pegawai di lingkungan dinas tersebut diperikasa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng). Mereka diperiksa langsung oleh jaksa dari Kejati Jateng di Kantor Kejari Blora, pada Selasa(17/9/2019) dan Rabu (18/9/2019).

Salah satu saksi dari petugas lapangan  program Upsus Siwab yang engan disebutkan namanya mengatakan, dalam pemeriksaan itu dirinya diberikan lembaran untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan yang tertera.

Baca Lainnya :

    "Ada sekitar 13 pertanyaan," ujarnya.

    Dalam kertas tersebut ada banyak pertanyaan, sebagian diantaranya mempertanyakan, ada kegiatan apa saja dalam program ini. Lalu ada potongan berapa saja yang dialami oleh petugas.

    Dalam kolom ini, menurut saksi, dia isi pemotongan dari identifikasi sapi. Anggarannya per sapi pada 2017 lalu sebesar Rp30.000 dipotong Rp 19.000. Kemudian yang Inseminasi buatan (IB) itu persapi 30.000 dipotong Rp 6.000. Jadi dirinya hanya menerima Rp 24.000.


    "Namun karena pencairannya ini berupa nontunai, maka saat diberikan ke petugas itu sudah potongan," jelasnya.

    Menurutnya,  itu adalah anggaran 2017. Lalu pada tahun 2018 pemotongan kembali terjadi. Anggaran untuk IB naik menjadi Rp 50.000 persapi. Potonganpun ikut naik menjadi satu sapi menjadi Rp 15.000.

    Sementara itu untuk pemeriksaan, dirinya hanya diberikan lembar tanya jawab. Namun, dari pengakuannya,  ada temannya yang langsung ditanyai oleh penyidik. "Kalau seperti teman saya itu bisa lebih dari 3 jam," imbuhnya.

    Sikonfirnaai terpisah,  Tim Kejati masih fokus melakukan pemeriksaan saksi-saksi. "Teman-teman masih berkerja, nanti yang lain biar dijelaskan oleh bagiannya, soalnya kita masih bekerja," ujar Kasi Pidsus Kejati Jateng Indi Premadasa, Rabu (18/9/2019).

    Lalu terkait apakah ada fakta baru dalam pemeriksaan itu, pihaknya juga masih engan untuk memberikan penjelasan. ''Nanti, saya kan belum ketemu tim semua. Nanti saya tanyakan pada mereka,'' imbunya singkat.

    Dari informasi yang dihimpun, pada hari pertama sebanyak 33 saksi dipanggil di Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora dan 1 saksi di Kejati. Sedangkan hari kedua sebanyak 32 di kejari, dan 1 di Kejati.

    Besok,  Kamis (19/9/2019) Kejati bakal kembali melakukan pemanggilan terhadap 2 saksi lagi, yakni kedua saksi ini berperan sebagai koordinator administrasi Upsus Siswab.

    Baca Lainnya :
Show more