Saling Jaga Toleransi, Warga Pemeluk Kristen dan Islam Hidup Rukun di Kwangenrejo

Jum'at, 25 Desember 2020, Dibaca : 908 x Editor : nugroho

arifin jauhari.
JAGA TOLERANSI : Umat Kristiani di Kwangenrejo Desa Sidokumpul saat menjalankan ibadah Natal.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro -  Kerukunan hidup antara warga pemeluk agama Kristen dan Islam telah terjaga puluhan tahun di Dukuh Kwangenrejo, Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka hidup berdampingan meski beda agama.

Majelis Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB), Jemaat Maranatha Bojonegoro, Hartono, mengisahkan para pemeluk Kristen ada di Kwangenrejo berawal dari adanya pelarian orang-orang Belanda ke Dukuh setempat.

Baca Lainnya :

    Diketahui, warga pemukim Kwangenrejo saat itu sudah lebih dulu ada sebelum Dusun Sidokumpul berdiri. Berada di tamping hutan jati, saat itu dirasa cocok sebagai persembunyian para pelarian.

    Diduga, dari orang-orang Belanda itulah warga Dukuh Kwangen mengenal agama Kristen. Sampai seluruh warga yang berdiam di situ seluruhnya memeluk agama Kristen.

    Baca Lainnya :

      Hartono menuturkan, Gereja GPIB yang lama, sebenarnya dari kayu jati semua, tetapi sekarang sudah direnovasi. Di dalamnya ada lonceng tua bertuliskan bahasa asing, sebagai bukti awal agama kristen berpengaruh di Kwangenrejo.

      "Namun, sekarang pemeluk Islam di sini lebih banyak dibanding pemeluk Kristen,"  ungkap Hartono.

      Pria yang juga menjabat Koordinator di GPIB ini melanjutkan, keberadaan pemeluk islam di Kwangenrejo diawali dari adanya perkawinan silang. Ditambah sejumlah pendatang muslim yang ikut bermukim di Kwangenrejo.

      "Lambat laun, pemeluk Islam bertambah banyak, tetapi keberadaan mereka dan juga kami tidak mengurangi rasa toleransi di sini. Jadi kami tetap menghormati satu sama lain. Saling menjaga rasa adalah kuncinya, dan saling menahan diri," tutur Hartono kepada SuaraBanyuurip.com, Jum'at (25/12/2020).

      Terpisah, Kepala Desa (Kades) Leran, Muttabi'in, mengungkapkan, toleransi antar pemeluk Islam dan Kristen di Dukuh Kwangenrejo memang sangat tinggi.

      Dicontohkan, saat kegiatan tradisi budaya sedekah bumi misalnya, para pemeluk Kristen sangat menghormati apa yang menjadi ajaran Islam. Warga memilih untuk ikut serta membawa makanan dari jenis buah-buahan saja, untuk dibawa ke Masjid Sidokumpul.

      "Bukan karena apa-apa, hanya saling menjaga rasa kebersamaan, demi kebaikan bersama, agar semua pihak enak hati. Sehingga kerukunan antar umat beragama yang telah terjalin puluhan tahun ini tetap terjaga," tukas Muttabi'in.(fin)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more