Sambang Desa, Bupati Anna Pecahkan Masalah di Kecamatan Gayam

Sabtu, 21 November 2020, Dibaca : 731 x Editor : nugroho

arifin jauhari
SERAP ASPIRASI : Bupati Anna segera menyelesaikan masalah yang dikeluhkan warga Gayam di Sambang Desa di Dusun Bedahan.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro- Sambang Desa terus dilakukan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah. Kali ini kegiatan ke XVI yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom) itu dilaksanakan di Dusun Bedahan, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Sabtu (21/11/2020).

Hadir bersama Bupati Anna, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Antara lain, Dinas Komunikasi Dan Informasi (Dinkominfo), Dinas Kesehatan ( Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian (Disperta), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asisten I Setda, dan Asisten  III Setda.

Baca Lainnya :

    Sambang Desa ditempatkan di rumah Kasun Bedahan. Diikuti oleh Camat Gayam beserta seluruh Kepala Desa se Kecamatan Gayam, Kepala Desa Sudu beserta seluruh perangkat, BUMDes, dan Karang Taruna Desa setempat serta Ibu-ibu PKK Desa setempat.

    Sambang Desa di wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu mengambil tema "Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Serta Upaya Penurunan AKI dan AKB."

    Baca Lainnya :

      Berkaitan tema tersebut, Bupati Anna membuka dialog dengan masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya. Kepala Desa (Kades) Katur Sukono, Ketua Karang Taruna Desa Sudu Arifin, dan Tuan Rumah Kasun Bedahan Moh. Ali Rozim, antusias menyambut kesempatan tersebut.

      Secara berurutan, Kades Katur Sukono, mengeluhkan tentang kekeringan yang melanda setengah wilayah desanya. Pihaknya berharap, dapat menaikkan air dari Sungai Bengawan Solo untuk menanggulangi kekeringan.

      Selain itu, Sukono juga meminta agar jalan poros umum kecamatan (PUK) Kalitidu-Gayam diperlebar. Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama menuju Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru.

      "Di jalan poros itu sering terjadi kecalakaan karena kondisinya kurang lebar. Kami harapkan bisa dilebarkan sehingga dapat lebih memperlancar arus lalu lintas," harap Ketua Paguyupan Kepala Desa se Kecamatan Gayam itu.

      Selanjutnya Arifin, Ketua Karang Taruna Desa Sudu, meminta diadakan bank sampah, dan meminta peningkatan Sumber Daya Manusia terkait program bea siswa satu desa dua sarjana. Sedangkan Kasun Bedahan Moh Ali Rozim meminta agar program Jalan Usaha Tani (JUT) diteruskan.

      Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Anna berjanji segera menindaklanjuti.

      "Dibereskan Pak !" tegasnya kepada pejabat terkait yang hadir. 

      Respon cepat Bupati Anna langsung disambut applaus meriah dari para hadirin.

      Untuk masalah kekeringan yang melanda beberapa desa di Kecamatan Gayam, Bupati Anna langsung menugaskan Kepala Dinas DLH, Hanafi dan Kadin PU SDA, Tedjo Sukmono untuk membereskan masalah tersebut. Bupati mempersilakan memakai cara apa saja untuk memecahkan masalah kekeringan tersebut sepanjang harus berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

      "Karena di situ ada Program Strategi Nasional Migas, harus koordinasi dengan KKKS, jangan sampai nanti saat ngebor ada bahaya. DLH dan PU SDA saya minta untuk segera cek kebutuhan air ke Desa Mojodelik dan Gayam," ujar Bupati Anna.

      Permintaan pelebaran jalan poros kecamatan Kalitidu -  Gayam juga langsung ditanggapi cepat Bupati perempuan pertama Bojonegoro ini. Ia meminta Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Retno Wulandari untuk mengecek secara regulasi bisa tidaknya jalan poros Kecamatan Gayam dilebarkan lebih dari 6 meter.

      "Karena itu adalah akses kabupaten. Kalau secara regulasi dibolehkan, setelah nanti pembangunan jalan tahun 2021 selesai semua silakan dilebarkan, karena memang itu digunakan akses untuk transportasi migas", kata Bupati Anna.

      Di akhir dialog Bu Anna menambahkan, Pemkab Bojonegoro mulai tahun 2020 menggerakkan pemakaian produk lokal yang ramah lingkungan. Ditunjukkan oleh Bupati Anna sebuah tas berbahan daun pandan yang sengaja dibawanya ke acara Sambang Desa.  

      "Kita akan beri pelatihan kepada ibu-ibu di rumahan agar nantinya bisa membantu meningkatkan ekonomi di desa dan keluarganya," pungkas mantan politikus senayan itu.(fin)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more