Samsul Hadi Sulap Limbah Bambu Jadi Miniatur Air Mancur yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Minggu, 13 September 2020, Dibaca : 159 x Editor : nugroho

joko kuncoro
KREATIF : Samsul Hadi sedang membuat kerajinan dari limbah bambu menjadi miniatur kincir air bernilai tinggi.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sore itu, suara bambu bergesekan dengan palu terdengar hingga tepi jalan. Persis di depan rumahnya, Samsul Hadi memanfaatkan limbah bambu bekas menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.

Warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat miniatur kincir air yang cocok digunakan untuk hiasan taman. Ia awalnya cuma iseng karena melihat banyak bambu berserakan di rumah. Lalu, ia mencoba melihat tutorial pemanfaatan bambu bekas di media sosial.

Baca Lainnya :

    “Lalu saya menemukan cara membuat miniatur air mancur dari bambu,” katanya, Sabtu (12/9/2020).

    Dalam membuat miniatur, ia membutuhkan waktu satu hingga tiga hari tergantung kerumitan dalam pembuatan. Karena dalam satu set miniatur air mancur ada beberapa hiasan seperti kincir air, orang-orangan dari kayu hingga hiasan atap untuk orang-orangan itu.

    Baca Lainnya :

      Lelaki usia 35 tahun ini tidak menemukan kesulitan dalam pembuatan miniatur. Hanya saja membutuhkan kejelian dan ketelitian dalam pembuatanya. Seperti kincir air dan miniatur orang-orangan agar bisa bergerak.

      Karena ada bagian yang rumit dalam pembuatan miniatur kincir air. Seperti orang-orangan, dan pemasangan selang air harus benar agar bisa berputar jika dialiri air dari pompa listrik.

      Meskipun,kerajinan tangan ini baru digelutinya selama 3 minggu, namun, sudah banyak masyarakat yang tertarik dengan karyanya tersebut. Para pembeli masih sekitar wilayah Bojonegoro. 

      “Ada juga pembeli yang berasal Kabupaten Tuban,” katanya ditemui suarabanyuurip.com di rumahnya.

      Satu set miniatur air mancur, ia menjualnya Rp 125 ribu tanpa pompa air dan Rp150 ribu dengan pompa air. Kini, untuk pemasaran masih memanfaatkan media sosial terutama facebook. 

       “Sementara saya melayani Cash On Delivery (COD). Namun, rencana kedepan saya menggunakan pembayaran secara online,” ungkapnya. (jk)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more